Angela Tanoesoedibjo: Perindo Rancang Program Baru Pemberdayaan UMKM
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo mengatakan partainya tengah menyiapkan program baru terkait pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program tersebut disebut akan menyasar warung-warung agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Hal itu disampaikan Angela saat menghadiri Perayaan Iduladha 1447 Hijriah Partai Perindo bersama warga Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026).
Angela mengungkapkan, Partai Perindo selama ini telah menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat. Angela mencontohkan kemitraan dengan pedagang mie ayam, bakso, hingga es doger di kawasan Paseban yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Baca juga: Angela Tanoesoedibjo dan HT Serahkan Kurban Partai Perindo di Paseban, Tegaskan Keberagaman dan Nilai Keumatan
"Di sini ada gerobak mie ayam hingga bakso yang sudah bersama-sama menjadi mitra Partai Perindo 5-8 tahun. Jadi banyak program kami yang langsung menyentuh UMKM," ucapnya.
Angela menambahkan, dalam waktu dekat Partai Perindo juga akan meluncurkan program baru yang berkaitan dengan warung rakyat. "Mungkin 2-3 minggu ke depan kita juga akan meluncurkan program baru yang berkaitan dengan warung," imbuhnya.Lihat video: Perkuat Struktur Organisasi, Angela Tanoesoedibjo Lantik Pengurus DPW Perindo SulselMenurut Angela, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus utama Partai Perindo karena sektor tersebut merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Angela meyakini penguatan UMKM dapat membantu masyarakat meningkatkan taraf ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
"Jadi kita ingin bahwa mitra UMKM kami itu berkembang karena kalau kita lihat UMKM itu kan salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia," ujarnya.Angela juga menilai, dampak pemberdayaan UMKM akan meluas hingga ke masyarakat sekitar karena berpotensi menciptakan banyak lapangan kerja baru. "Bayangkan saja kalau ada 60 juta UMKM di Indonesia terus memperkerjakan satu saja orang, itu jadi 60 juta lapangan pekerjaan," jelasnya.
"Jadi ketika kita meluncurkan suatu program itu yang kami pikirkan, bagaimana tidak hanya membesarkan lapangan kerja dan usaha itu sendiri tapi juga sekaligus langsung bermanfaat bagi masyarakat," tandasnya.










