Sosok Brigpol Arya Supena, Anggota Polda Lampung yang Tewas Ditembak Pencuri Motor
METRO, iNews.id – Isak tangis dan suasana duka mendalam menyelimuti kediaman Brigpol Arya Supena di Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Lampung. Jenazah anggota Dit Intelkam Polda Lampung yang gugur saat menggagalkan aksi pencurian motor (curanmor) tersebut tiba di rumah duka dengan sambutan tangis histeris dari pihak keluarga.
Pantauan di lokasi, Minggu (10/5/2026), sejumlah anggota keluarga bahkan pingsan dan harus dievakuasi menggunakan brankar karena tak kuasa menahan kesedihan saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans.
Taat Beribadah dan Penyayang
Almarhum Brigpol Arya Supena dikenal oleh kerabat dan tetangganya sebagai sosok pria yang sangat penyayang dan taat beribadah. Kepergian pria berusia 32 tahun ini meninggalkan luka yang sangat dalam, terutama bagi istri dan dua anaknya yang masih kecil.
"Almarhum orang baik, rajin ibadah, dan sangat sayang keluarga. Kami sangat kehilangan," ujar sepupu korban, Abdi Antono, di rumah duka.
Atas tragedi yang menimpa almarhum, pihak keluarga mendesak jajaran kepolisian untuk bergerak cepat menangkap para pelaku. Mereka berharap keadilan ditegakkan dan kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
"Keluarga berharap polisi segera menangkap pelakunya dan dihukum seberat-beratnya. Jangan sampai ada korban lagi seperti ini," kata Abdi.
Kronologi Gugurnya Sang Bhayangkara
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (9/5/2026) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, Brigpol Arya melihat dua orang pelaku curanmor tengah beraksi di parkiran sebuah toko roti di Jalan Z.A. Pagar Alam, Kota Bandar Lampung.
Niat tulus almarhum untuk menjaga keamanan berubah menjadi petaka. Saat berusaha menggagalkan aksi pencurian tersebut, salah satu pelaku melepaskan tembakan yang mengenai bagian kepala korban. Brigpol Arya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, namun nyawanya tidak tertolong.
Hingga saat ini, Polda Lampung masih terus melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang identitasnya telah dikantongi melalui rekaman CCTV.










