Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem pada 2–4 Mei 2026, merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Wilayah Jawa Barat bahkan diprediksi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
"Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Sementara itu, wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: Ada Gangguan Atmosfer, BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Jawa-Nusa Tenggara 1-7 Mei 2026
Viral Penampilan Remaja MTs Diledek, Ternyata Pakaian Lebaran Hadiah Ibu Sebelum Meninggal
Kondisi ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan. Oleh karenanya, BNPB pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
"BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering," paparnya.Ia meminta agar masyarakat terus memantau kondisi cuaca dan memelihara saluran drainase khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. Ia bahkan meminta masyarakat untuk mengevakuasi diri lebih awal apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam.
Baca juga: Waspada! Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Wilayah Pesisir Indonesia hingga Pertengahan Mei 2026
"Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diharapkan rutin memantau kondisi cuaca, memelihara saluran drainase, serta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan mengurangi jarak pandang," kata Abdul Muhari.
Dia juga meminta agar masyarakat menghindari pohon dan bangunan yang mudah roboh apabila tengah terjadi angin kencang.
"Jika terjadi angin kencang, masyarakat diminta menghindari pohon dan bangunan yang mudah roboh, seperti reklame, pagar, dan tiang listrik," tandas Abdul Muhari.










