Muktamar XXI Mathlaul Anwar Resmi Dibuka, Menag Tegaskan Pentingnya Peran Organisasi Keagamaan
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka Muktamar XXI Mathla’ul Anwar di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Banten, Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan berskala nasional ini dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi momentum strategis dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran organisasi keagamaan dalam menyiapkan masa depan umat. Nasaruddin menyampaikan pembangunan umat tidak dapat dilakukan oleh negara semata, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan organisasi masyarakat keagamaan.
“Mempersiapkan umat masa depan bukan sesuatu yang bisa dilakukan sendiri oleh negara, tetapi harus melalui kerja sama,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Baca juga: Mama Papua Hadir di Pesta Media, Suarakan Upaya Menjaga Hutan
Hadir dalam pembukaan antara lain Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, unsur TNI dan Polri, tokoh nasional, serta jajaran pimpinan Mathla’ul Anwar dari seluruh Indonesia.Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Embay Mulya Syarief, menegaskan bahwa Muktamar XXI merupakan momentum penting dalam sejarah organisasi, terlebih karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di ibu kota Provinsi Banten. “Muktamar ini bukan hanya agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk memperkuat arah organisasi dalam menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Mengusung tema “Membangun Peradaban Umat Menuju Kemandirian Bangsa,” Muktamar XXI diarahkan untuk menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam tiga bidang utama, pendidikan, dakwah, dan sosial.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Mathla’ul Anwar merupakan bagian penting dari sejarah dan pembangunan peradaban umat di Indonesia. Andra menyebut organisasi ini telah berkontribusi nyata sejak sebelum kemerdekaan, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis madrasah.
“Mathla’ul Anwar bukan sekadar organisasi, tetapi warisan ulama dan pilar peradaban umat yang terus hidup dan berkembang,” tegasnya.Data organisasi menunjukkan bahwa di Provinsi Banten saja terdapat ratusan madrasah Mathla’ul Anwar sebagai bentuk nyata kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara nasional, jaringan pendidikan, dakwah, dan sosial Mathla’ul Anwar terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas umat.
Ketua OC Muktamar XXI Mathla'ul Anwar, Asep Rohmatulloh, menegaskan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang dan terstruktur.
“Seluruh tahapan Muktamar disusun secara sistematis, mulai dari aspek administrasi, teknis pelaksanaan, hingga agenda persidangan, agar berjalan tertib, efektif, dan berkualitas,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan Muktamar berlangsung dalam suasana aman dan kondusif, dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, maupun seluruh elemen organisasi.
Muktamar XXI juga menjadi ruang konsolidasi nasional bagi seluruh kader untuk memperkuat arah gerakan organisasi di tengah dinamika global, termasuk transformasi digital, perubahan sosial, dan tantangan ekonomi umat yang semakin kompleks.Selain itu, dinamika yang sempat terjadi di lapangan, termasuk terkait penertiban atribut Muktamar, telah diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif.
“Seluruh dinamika telah diselesaikan dengan baik melalui dialog. Saat ini seluruh tahapan Muktamar berjalan sesuai rencana dan dalam kondisi kondusif,” jelas Asep Rohmatulloh.
Muktamar ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan ke depan, termasuk penguatan kelembagaan, kaderisasi, serta kontribusi nyata Mathla’ul Anwar dalam kehidupan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Ke depan, Mathla’ul Anwar diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Muktamar ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan arah kebijakan yang mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat peran umat dalam membangun bangsa,” katanya.










