Beredar Pesan Berantai Teror KKB di Sorong, Polisi Minta Warga Tetap Tenang

Beredar Pesan Berantai Teror KKB di Sorong, Polisi Minta Warga Tetap Tenang

Nasional | inews | Selasa, 24 Maret 2026 - 11:38
share

SORONG, iNews.id – Pesan berantai yang memperingatkan keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten dan Kota Sorong viral di berbagai grup WhatsApp. Informasi ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi kekerasan di Papua Barat Daya sepanjang Maret 2026.

Pesan berantai inimemicu kekhawatiran masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan. Pesan tersebut menyebar setelah rentetan serangan yang menewaskan tiga warga sipil dan dua prajurit Marinir di Kabupaten Tambrauw serta Maybrat gugur. 

Dalam narasi pesan, sejumlah orang yang diduga KKB dikabarkan terlihat di kawasan SP 2, SP 3, hingga wilayah Hutan Lindung Kota Sorong.

Selain itu, pesan itu mengklaim KKB atau dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu sempat hadir di acara kedukaan di wilayah Sisipan dan diduga bergerak di kawasan Klasmelek hingga hutan sekitar Klamono. 

Isi pesan secara eksplisit meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melintas di daerah sepi maupun kawasan hutan.

“Kawan-kawan, kalau mau ke arah SP khususnya di SP2-3 sama di sekitar hutan lindung hati-hati karena KKB sudah berkeliaran di sekitar situ. Kalau jalan-jalan sepi begitu usahakan lihat sekitar karena mereka keluar tiba-tiba,” tulis pesan yang beredar dikutip dari iNews Sorong Raya.

Pesan berantai itu juga menyebut adanya dugaan aktivitas kelompok bersenjata di Distrik Mayamuk, tepatnya di Kampung Klasmelek. 

Bahkan disebutkan terjadi insiden terhadap seorang pekerja kayu yang nyaris menjadi korban serangan orang tak dikenal di dalam hutan.

“Kemarin di daerah Klasmelek diinformasikan ada enam orang kelompok berseberangan. Dua hari lalu terjadi kejadian dengan pekerja senso kayu, didatangi orang rambut gimbal dan mau menyerang, beruntung korban selamat karena berteriak,” lanjut isi pesan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Hengkelere mengatakan, masih memverifikasi isi pesan yang beredar.

“Selamat siang rekan-rekan wartawan, kami masih konfirmasi dan rencana akan melaksanakan rilis besok Rabu, 25 Maret 2026. Untuk waktu akan kami sampaikan segera, terima kasih,” ujar Kompol Jenny saat dikonfirmasi.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tetap tenang sambil menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Topik Menarik