Presiden Prabowo: Mau Ganti Saya, Tunggu Dong 2029!

Presiden Prabowo: Mau Ganti Saya, Tunggu Dong 2029!

Nasional | sindonews | Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:56
share

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum serta melakukan pembenahan di berbagai sektor pemerintahan. Prabowo juga menegaskan jika ada yang ingin menggantinya tunggu di 2029.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berdiskusi dengan jurnalis dan pengamat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Sabtu (21/3/2026). Mulanya, Prabowo menjawab pertanyaan terkait dengan teror penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.

Baca juga: Prabowo Tegaskan Pengiriman Pasukan ke Gaza Bukan untuk Lucuti Senjata Hamas

“Begini, saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin menegakkan hukum. Bagaimana kita tegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini? Kalau itu dari aparat. Dan saya ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian mengungkapkan bahwa masih banyak kekurangan di tubuh aparat negara. Ia bahkan menyinggung adanya fenomena “deep state” hingga pejabat setingkat direktur jenderal yang berani melawan menteri.

“Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani ngelawan menteri. Akhirnya kita pecat kan, banyak sekali dirjen-dirjen. Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable,” ujarnya.

“Ada lembaga-lembaga yang merasa enggak boleh diaudit. Ini sedang saya…ini pekerjaan tidak ringan. Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat, ya kan? Ini pekerjaan saya, saya dilantik untuk itu, saya bersihkan,” lanjut Prabowo.

Kemudian, Prabowo mengatakan jika langkah tegas telah diambil, termasuk mencopot sejumlah pejabat yang dinilai tidak sejalan dengan upaya reformasi birokrasi. Menurutnya, pembenahan juga tengah dilakukan di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini dinilai menjadi salah satu titik lemah.

“BUMN saya sedang bersihkan. BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar. Memang ini masalah Indonesia gitu lho. Di mana-mana. Iya kan?” katanya.Prabowo menambahkan bahwa hingga saat ini dirinya masih mendapatkan dukungan dari masyarakat. Ia menilai, jika dukungan tersebut tidak ada, masyarakat dapat dengan mudah menyuarakan penolakan secara terbuka.

“Tapi percayalah bahwa tidak ada niat dari pemerintah, apalagi yang saya pimpin, untuk lakukan seperti itu. Come on, apa sih? Bener nggak? Rakyat kita nggak bodoh. Saya mau ingatkan ya, sampai hari ini rakyat yang di bawah itu dukung saya. Kalau memang rakyat tidak suka sama saya, bisa turun ke jalan rame-rame. Tapi mereka tahu, kalau rusuh, semua negara yang rugi,” ujarnya.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan seharusnya dilakukan sesuai aturan konstitusi. “Mau ganti saya? Tunggu dong 2029. Jadi negara yang beradab. Sabar. Tapi yang saya lihat ya, Mbak Nana harus objektif juga sebagai seorang tokoh, bahwa destabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara,” tegasnya.

Topik Menarik