Wabup Tasikmalaya Imbau Pemudik Manfaatkan CCTV Publik untuk Pantau Arus Balik

Wabup Tasikmalaya Imbau Pemudik Manfaatkan CCTV Publik untuk Pantau Arus Balik

Nasional | sindonews | Jum'at, 20 Maret 2026 - 19:24
share

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengimbau pemudik untuk memantau arus lalu lintas saat arus balik. Informasi soal dinamika lalu lintas dinilai menjadi modal penting bagi pemudik untuk mengetahui titik-titik kemacetan sehingga bisa memperkirakan waktu pulang.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan layanan rekaman digital jalanan atau CCTV yang disediakan pemerintah. Pemudik bisa mengakses laman CCTV Pemkab Tasikmalaya.

"Silakan saja bisa sekali lagi diikuti melalui trafik pemantauan jalan langsung sama masyarakat sendiri melalui Google Maps termasuk juga melalui CCTV yang sudah kita pasang di sepanjang jalur mudik dan arus balik," kata Asep saat ditemui di Pos Terpadu Polresta Tasikmalaya Kota, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Jurus Dharma Jaya Tekan Harga Ayam Hidup: Gandeng Penyewa RPH Pulogadung

Wartawan iNews Media Group menjajal laman CCTV publik, dan di muka halaman terdapat 11 kotak berisi pantauan arus lalu lintas. Mulai dari Pos Tapal Kuda, Jalan Kadipaten arah Tasikmalaya, Simpang Cipasung, Simpang Pasar Singaparna, Rajapolah, Jalan Raya Alun-alun Manonjaya, Jalan Kecamatan Cipatujah, Jalan Raya Karangnunggal, Jalan Raya Depan Dishub di Cintaraja dan Gerbang Pemda di Singaparna.

"Jadi masyarakat yang mau keluar sebetulnya bisa mengakses itu, atau juga bisa mengakses yang Korlantas Polda Jawa Barat. CCTV-nya dipasang di sepanjang jalur mudik, karena jalur mudik kita itu kan ada dua; satu lewat Gentong Ciawi, dan satu lagi lewat Garut Singaparna," ujar Asep.

Adapun titik kemacetan arus balik telah diidentifikasi Polres Tasikmalaya Kota. Salah satunya berpusat di Simpang Tiga Pamoyanan. Di area tersebut adalah jalur penghubung antara kabupaten/kota. Sejurus itu, Simpang Tiga Pamoyanan menjadi penghubung arah Tasikmalaya ke Majalengka, Kuningan, hingga Ciamis.

Potensi rawan kemacetan bisa pula terjadi di sekitaran Polsek Rajapolah. Riki bilang di sana terdapat jalan raya gantung yang mengarah ke Ciamis. Biasanya ada hambatan arus lalu lintas dari laju truk sumbu tiga. Sehingga kawasan ini akan direvitalisasi sebagai kawasan kantong parkir kendaraan besar tersebut, mengingat masih ada ruang untuk parkir.

Yang terakhir adalah perbatasan dari Ciamis, Cihaurbeuti. Yang ini adalah perbatasan Kadipaten dengan Malangbong, Garut. Sejauh ini, kepolisian setempat belum memprediksi waktu arus balik. Hanya saja, dari arus balik Lebaran 2025, kepadatan arus balik terjadi pada H+3 hingga H+5.

Topik Menarik