Tol Jakarta-Cikampek Macet Parah, meski Contraflow Diterapkan
JAKARTA - Tol Jakarta-Cikampek (Japek) macet parah saat arus mudik Lebaran. Kemacetan tak terhindari meski petugas telah memberlakukan contraflow.
Jasa Marga menyatakan kemacetan terjadi lantaran tingginya volume kendaraan. Itu terutama pemudik yang menuju wilayah timur atau Jawa.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo menjelaskan, seiring meningkatnya volume kendaraan yang melintas sehingga berdampak pada penurunan kecepatan perjalanan di sejumlah titik.
“Kami memahami kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan pengguna jalan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Peningkatan volume kendaraan yang signifikan menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di beberapa titik, namun arus lalu lintas masih tetap bergerak dan tidak terjadi penutupan akses jalan tol,” ujar Ria, Kamis (19/3/2026).
Data lalu lintas JTT menunjukkan adanya peningkatan signifikan kendaraan yang menuju arah Timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama. Pada Shift 3 tanggal 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 51.338 kendaraan melintas menuju arah Timur Trans Jawa atau meningkat 421,20 dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 9.850 kendaraan.
Selain tingginya volume kendaraan, kondisi ini dipengaruhi adanya beberapa gangguan kendaraan di lajur perjalanan yang terjadi di tengah intensitas lalu lintas yang tinggi. Petugas di lapangan bersama kepolisian segera melakukan penanganan dan evakuasi kendaraan secara cepat guna meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas.
Sejak peningkatan volume kendaraan terjadi, JTT bersama kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow secara terukur dan situasional guna menjaga distribusi arus kendaraan tetap berjalan. Pengaturan contraflow dilakukan secara dinamis melalui mekanisme buka-tutup sesuai diskresi kepolisian.
JTT memastikan, seluruh skema rekayasa lalu lintas telah dijalankan sesuai prosedur dengan dukungan penuh petugas di lapangan, antara lain melalui pemasangan rambu dan petunjuk arah menuju jalur contraflow di setiap titik akses masuk serta kehadiran petugas yang secara aktif mengarahkan kendaraan guna memastikan transisi arus lalu lintas berjalan aman.
Dengan kondisi volume kendaraan yang berada di atas kapasitas normal, kecepatan perjalanan menjadi lebih terbatas. Namun, arus lalu lintas tetap terjaga dan terus bergerak secara bertahap. JTT terus mengoptimalkan pelayanan dengan memastikan kesiapan petugas, sarana prasarana, serta koordinasi intensif dengan Kepolisian guna menjaga keselamatan dan kelancaran pengguna jalan.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan dengan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan. Pengguna jalan juga diharapkan dapat mengikuti arahan petugas di lapangan, memperhatikan rambu lalu lintas serta informasi melalui Variable Message Sign (VMS), serta merencanakan perjalanan dengan baik agar perjalanan tetap aman dan nyaman hingga tujuan, jelas Ria.









