Polri Berantas Tengkulak dan Rentenir yang Rugikan Petani!

Polri Berantas Tengkulak dan Rentenir yang Rugikan Petani!

Nasional | okezone | Minggu, 8 Maret 2026 - 19:30
share

JAKARTA – Polri menyatakan terus memperkuat langkah pencegahan, dan pemberantasan permainan harga oleh oknum tengkulak serta praktik rentenir yang merugikan para petani.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional.

Menurut Dedi, gugus tugas pangan Polri juga bersinergi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi para petani binaan.

“Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Polri dalam membangun ekosistem pertanian yang sehat sekaligus memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak maupun praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir,” kata Dedi kepada awak media, Minggu (8/3/2026).

Dedi menjelaskan, selama ini keterbatasan modal kerap membuat petani terjebak dalam siklus utang kepada tengkulak maupun lintah darat yang memanfaatkan kebutuhan biaya tanam.

 

Melalui kerja sama tersebut, para petani diharapkan dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian dengan bunga ringan sekitar 3 hingga 6 persen per tahun.

Skema pembiayaan tersebut juga memberikan kemudahan karena tidak memerlukan agunan tambahan, sehingga petani tidak perlu mempertaruhkan aset pribadi untuk memperoleh modal usaha.

Dedi menegaskan langkah ini merupakan komitmen nyata Polri untuk melindungi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Pada tahun 2026 ini, Polri memfasilitasi akses permodalan langsung bagi petani melalui bank-bank Himbara. Tujuannya jelas, memutus mata rantai tengkulak dan praktik rentenir yang selama ini membebani petani, sehingga mereka dapat bertani dengan lebih tenang dan sejahtera,” ujarnya.

Selain memperkuat akses pembiayaan, Polri juga mendorong peningkatan produktivitas melalui perluasan lahan serta pemanfaatan teknologi pertanian.

Hingga Februari 2026, luas penanaman jagung nasional tercatat mencapai 135.723 hektare, sebagai bagian dari target nasional pengembangan hingga 1 juta hektare guna mendorong produksi jagung menembus lebih dari 4 juta ton pada tahun ini.

Topik Menarik