Menjelang Arus Mudik, Kapolri Pastikan Kesiapan Sarpras dan Personel Hadapi Bencana

Menjelang Arus Mudik, Kapolri Pastikan Kesiapan Sarpras dan Personel Hadapi Bencana

Nasional | sindonews | Minggu, 8 Maret 2026 - 11:58
share

Di tengah konflik perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran, umat Islam dituntut memberi suaranya untuk mendukung. Lantas kepada siapa umat Islam harus mendukung? Harus ke Irankah yang notabene negara Islam berpaham Syiah?

Menjawab hal tersebut, Ustaz Abdul Somadmelalui akun media sosial Instgram miliknya mengatakan, bangsa Indonesia harus berdiri tegak bersama siapapun yang berpihak dan membela perjuangan Bangsa Palestina. “Kita berdiri tegak bersama siapa pun dan negara mana pun yang membela Palestina,” begitu tulis pemilik akun ustadzabdulsomad_official tersebut, baru-baru ini.

Da’i asal Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara itu menyampaikan pendirian tersebut sambil menampilkan gambar dua bendera Indonesia dengan Palestina. Ulama yang populer disapa UAS ini, juga menampilkan sejumlah foto para pemimpin dan tokoh dari negara-negara yang selama ini terang-terangan menyatakan sikap dukungan politik luar negerinya terhadap perjuangan Bangsa Palestina. Seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Wali Agung Republik Islam Iran (almarhum) Ayatullah Ali Khamenei, serta Presiden China Xin Jin Ping.

"Kalo Putin jelas-jelas mendukung Palestina, apakah kita berdiri dengan Putin kemudian menjadi ortodok? Trus Kim Jong-un yang ateis kemudian kita jadi ateis? Kan tidak juga. Kita harus berdiri kepada siapapun yang berpihak dan membela perjuangan Palestina,"tegas UAS.Baca juga:Keutamaan Bangsa Iran yang Dikisahkan dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!

Seperti diketahui, Zionis Israel bersama sekutunya Amerika Serikat (AS) melakukan agresi ke Iran, Sabtu (28/2/2026). Serangan AS-Zionis itu berujung pada syahidnya Ayatullah Khamenei bersama isteri, anak, menantu, dan cucunya. Beberapa petinggi militer, dan pejabat penting Iran juga gugur dalam serangan keji yang berujung pada perang terbuka.

Iran bertahan dalam penyerangan itu, dan melakukan balasan dengan mengirimkan sejumlah berdaya ledak tinggi ke wilayah penjajahan Israel yang berada di Tanah Bangsa Palestina. Militer Iran, juga bertahan dengan menyerang pangkalan militer AS yang tersebar di negara Teluk Arab, seperti di Uni Emirate Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, hingga Arab Saudi dan Yordania. Serangan balasan dari Iran terhadap Zionis-Paman Sam itu memicu perang yang semakin membesar hingga kini.

Namun serangan dari Iran itu memicu polemik di Indonesia. Muncul narasi yang mempermasalahkan paham Islam Syiah yang dianut mayoritas bangsa Iran, paham yang dicap melenceng oleh sebagian mereka yang menganut Islam Sunni. Bahkan gugurnya Ayatullah Ali Khamenei dituding tak pantas disebut syahid.

Keributan panjang di berbagai platform medsos itu bermaksud membela sejumlah negara Arab yang berpaham Sunni dari serangan Iran. Padahal, negara Para Mullah itu mengeklaim menyerang basis pangkalan militer AS yang berada di sana.

Beragam penyampaian di medsos juga menuding Iran tak pernah membela perjuangan Bangsa Palestina dari penjajahan Zionis Israel. Padahal, basis perjuangan Bangsa Palestina yang keras melalui faksi pejuang bersenjata di Gaza telah mengakui kiprah Iran. Bahkan, Iran selama ini disebut membantu persenjataan dan pengembangan roket yang digunakan Hamas untuk menyerang Zionis Israel.

Baca juga:Mengapa Allah Rahasiakan Malam Lailatul Qadar? Simak Penjelasannya di Sini!

Topik Menarik