Resmikan Masjid Darul Jannah di Wali Kota Jaksel, Pramono: Semoga Beri Kenyamaan Beribadah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Masjid Darul Jannah yang berada di Kompleks Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, Kebayoran Baru. Pramono mengaku mengagumi arsitektur masjid tersebut.
"Saya mengagumi arsitektur masjid ini. Tanda tangan saya akan ada di masjid ini sampai kapan pun, dan itu sebuah kehormatan. Saya berharap masjid ini dirawat sebaik-baiknya serta benar-benar menjadi rumah bagi siapa pun yang ingin memuliakan dan memakmurkannya," ujar Pramono, Jumat (6/2/2026).
Peresmian masjid itu disaksikan Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar beserta jajaran dan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Darul Jannah Sayid Ali. Pramono menyebut, arsitektur Masjid Darul Jannah terlihat indah dan megah, yang mana diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para jemaah yang beribadah di dalamnya.
Baca juga: 5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026, Ini Daftarnya
Menurut Pramono, keberadaan Masjid Darul Jannah tidak hanya menjadi simbol selesainya pembangunan fisik, tetapi juga diharapkan menjadi pusat kegiatan umat. Masjid yang berdiri terpisah dari bangunan utama Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu memudahkan akses masyarakat untuk beribadah, khususnya dalam menghidupkan kegiatan selama Ramadan, seperti salat tarawih, tadarus, kajian, hingga buka puasa bersama."Peresmian Masjid Darul Jannah bukan hanya menandai selesainya pembangunan fisik, tetapi juga hadirnya pusat aktivitas umat sebagai tempat ibadah, silaturahmi, pembelajaran, dan pembinaan masyarakat," katanya.
Lihat video: Pramono Anung: Tak Ada Sweeping Warung di Bulan Puasa
"Ketika saya diminta meresmikan Masjid Darul Jannah ini, yang dalam bahasa Arab berarti Rumah Surga, saya berkali-kali bertanya dalam hati, mengapa saya mendapatkan keberuntungan yang luar biasa ini, ini benar-benar sebuah kehormatan," kata Pramono lagi.Masjid Darul Jannah dibangun dua lantai dengan luas keseluruhan 2.607 meter persegi. Lantai dasar difungsikan sebagai ruang serbaguna, tempat wudu, serta ruang layanan lainnya, sedangkan lantai atas digunakan sebagai ruang salat utama yang dapat menampung lebih dari 1.200 jemaah.
Pembangunan masjid tersebut didanai oleh bantuan Baznas (BAZIS) DKI Jakarta bersama para donatur yang bersifat tidak mengikat dan tidak menggunakan dana APBD. Total anggaran pembangunan mencapai Rp 42.061.417.771, yang mana saat ini konstruksinya telah rampung 100.










