Kesaksian Warga soal Moge Tabrak Motor di Kulonprogo Tewaskan Istri Pengusaha

Kesaksian Warga soal Moge Tabrak Motor di Kulonprogo Tewaskan Istri Pengusaha

Nasional | inews | Senin, 2 Maret 2026 - 18:08
share

KULONPROGO, iNews.id – Polisi masih menyelidiki kecelakaan maut melibatkan motor gede (moge) dan sepeda motor yang terjadi di Perempatan Mlangsen, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (2/3/2026). Insiden di jalur nasional Jogja–Purworejo itu mengakibatkan satu orang tewas dan dua korban luka patah tulang.

Korban meninggal dunia merupakan penumpang moge yang diketahui istri seorang pengusaha, pengendara moge tersebut. Sementara dua korban lain, pengendara dan penumpang motor yang merupakan ayah dan anak, keduanya kini dirawat di RSUD Wates akibat patah tulang.

Berdasarkan informasi di lapangan, rombongan moge yang terdiri atas belasan kendaraan melaju dari arah timur ke barat di Jalan Wates-Purworejo. Saat tiba di perempatan Mlangsen, sebuah motor yang ditumpangi dua orang hendak menyeberang dari selatan ke utara. 

Diduga jarak yang sudah terlalu dekat membuat pengendara moge kebingungan mengambil arah menghindar. Meski rombongan sempat membunyikan klakson, tabrakan tidak terhindarkan. 

Benturan keras membuat kedua kendaraan terpental hingga masuk ke saluran irigasi di tepi jalan. Kondisi kendaraan dilaporkan rusak parah. 

Saksi mata Parji warga setempat mengatakan, kecelakaan terjadi begitu cepat. “Tiba-tiba terdengar suara benturan. Korban dua orang luka patah tulang yang motornya ditabrak. Satu orang meninggal, yang istrinya pengendara moge,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Dia menambahkan, kerasnya tabrakan membuat bagian kendaraan terpental hingga masuk ke rumahnya.

“Tabrakannya kencang, ban motor yang ditabrak sampai terlepas dan terpental masuk ke rumah saya,” katanya.

Kapolres Kulon Progo, AKBP Ridho Hidayat, membenarkan bahwa insiden yang terjadi pada Minggu (1/3) pukul 16.45 WIB tersebut melibatkan moge bernopol Z 5050 MRS yang dikendarai oleh MS (berboncengan dengan istrinya AS) serta motor bebek yang dikendarai AA (berboncengan dengan anaknya DN).

Namun, AKBP Ridho menekankan bahwa pihak kepolisian belum bisa memberikan rincian detail mengenai kecepatan moge saat kejadian maupun kronologi pastinya secara yuridis.

"Kami membenarkan peristiwa tersebut di Jalan Wates-Purworejo. Namun, rincian penyebab atau siapa yang bersalah belum bisa kami sampaikan karena proses identifikasi masih berjalan," kata AKBP Ridho. 

Ditlantas Polda DIY telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan alat Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. 

Proses penyelidikan masih berlangsung guna memastikan faktor kecepatan, jarak aman, serta kondisi lalu lintas saat kejadian.

Topik Menarik