7 WNA Diduga Imigran Gelap Diamankan di Pantai Rote Ndao, 4 WNI Kabur
ROTE NDAO, iNews.id - Sebanyak tujuh warga negara asing (WNA) diduga imigran gelap diamankan aparat Polsek Rote Selatan di pesisir Pantai Masidae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (24/02/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.
Penemuan tersebut bermula dari laporan warga yang melihat sebuah kapal mencurigakan merapat di pesisir pantai. Menindaklanjuti informasi itu, personel Polsek Rote Selatan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Setiba di tempat kejadian perkara, petugas menemukan satu unit speedboat berwarna putih serta tujuh orang WNA di sekitar pantai. Kapolsek Rote Selatan Ipda Andi DE Salata bersama personel kemudian melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal.
“Dari hasil wawancara lisan yang kami lakukan terhadap 7 (tujuh) WNA asing ini diperoleh informasi bahwa 4 (empat) di antaranya berasal dari China serta 3 (tiga) orang lainnya berasal dari Uzbekistan,” ujar Kapolsek dikutip Rabu (25/2/2026).
Berdasarkan keterangan awal, kapal tersebut sebelumnya juga ditumpangi empat WNI. Namun saat petugas tiba di lokasi, keempat WNI itu telah melarikan diri.
“Keterangan tambahan yang kami peroleh bahwa di atas kapal yang mereka tumpangi terdapat 4 (empat) orang WNI yang telah melarikan diri,” katanya.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono. Dia memerintahkan jajarannya melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Masidae untuk mencari keberadaan para WNI tersebut.
“Saat ini ke-7 WNA terduga imigran gelap masih berada di wilayah hukum Polsek Rote Selatan. Jajaran Polsek Rote Selatan sementara melakukan penyisiran di pesisir Pantai Masidae untuk mengungkap keberadaan WNI yang bersama dengan ke-7 WNA tersebut,” kata Kapolres.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar turut membantu memberikan informasi jika mengetahui keberadaan para terduga pelaku penyelundupan.
“Personel kami masih melakukan pencarian di lapangan dan diharapkan peran serta masyarakat untuk membantu mengungkap para terduga pelaku smuggler,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan pihaknya memberi atensi penuh terhadap kasus ini.
“Kapolda NTT memberikan perhatian serius terhadap peristiwa ini. Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak Imigrasi dan TNI AL, untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan penyelundupan manusia,” ujar Henry Novika Chandra.
Dia menambahkan wilayah NTT yang berbatasan dengan perairan internasional menjadi salah satu jalur rawan masuk ilegal. Karena itu, patroli dan pengawasan akan terus diperketat.
Saat ini, tujuh WNA tersebut masih diamankan di Polsek Rote Selatan untuk pemeriksaan lanjutan sambil menunggu koordinasi dengan pihak Imigrasi. Kasus ini masih dalam penyelidikan jajaran Polres Rote Ndao dan Polda NTT.










