Siswi SMP di Sikka Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Jasad Dikubur di Pinggir Kali
MAUMERE, iNews.id – Seorang siswi SMP kelas VIII, berinisial STN (4) ditemukan tewas mengenaskan di kawasan Napun Koja Gelo, Dusun Woloklereng, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 15.00 WITA di area kali yang jauh dari pemukiman warga, berjarak kurang lebih 5 kilometer dari rumahnya. Lokasi yang terjal dan tidak dapat diakses kendaraan membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.
Petugas Inafis Polres Sikka bersama warga terpaksa memikul jenazah menggunakan sebatang bambu secara bergantian sejauh beberapa kilometer sebelum akhirnya bisa dievakuasi menggunakan mobil pick-up menuju RSUD TC Hillers Maumere.
Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga menjelaskan, penemuan jasad berawal dari bau menyengat di sekitar Kali Watuwogat.
"Saksi melihat jasad korban tertimbun di bawah tumpukan rumput dan kayu bambu yang dipalang. Pihak keluarga yang ikut mencari langsung mengonfirmasi ciri-ciri korban," ujar Ipda Leonardus, Selasa (24/2/2026).
Update Longsor Cisarua Bandung Barat: Korban Tewas Bertambah jadi 11 Orang, 79 Masih Hilang
Keluarga korban menyebutkan kondisi STN saat ditemukan sangat mengenaskan, yakni tanpa busana dan tertindih batu. Hal inilah yang memperkuat dugaan keluarga bahwa korban tewas akibat perbuatan keji pihak lain.
Isak tangis pecah di ruang jenazah RSUD TC Hillers Maumere saat peti jenazah tiba. Yosep Don Bosko, perwakilan keluarga korban, mengenang STN sebagai sosok anak yang ceria, hobi menyanyi, dan mahir bermain gitar.
"Kami menganggap ini perbuatan yang sangat keji. Kami mengharapkan pihak Kepolisian Polres Sikka segera mencari pelaku, memprosesnya sesuai hukum, dan memberikan hukuman seberat-beratnya," kata Yosep.
Hingga saat ini, jasad korban masih berada di RSUD TC Hillers Maumere untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Tim Inafis Polres Sikka dan Polsek Kewapante telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti.
Pemerintah Desa Rubit bersama keluarga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap motif dan pelaku di balik kejadian yang merenggut nyawa remaja malang tersebut.










