Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, Kampung Sekip Terancam Hilang

Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, Kampung Sekip Terancam Hilang

Nasional | inews | Selasa, 24 Februari 2026 - 13:16
share

SEMARANG, iNews.id – Tanah bergerak di Kampung Sekip, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, semakin meluas. Kejadian itu mengancam kampung tersebut hilang dari peta. 

Pantauan di lokasi, fenomena tanah bergerak yang kian masif kembali merobohkan satu rumah warga hingga rata dengan tanah pasca-diguyur hujan deras, Senin (23/2/2026) malam. 

Hingga saat ini, total sudah ada empat rumah yang hancur total, sementara puluhan lainnya terancam ambles mengikuti pergeseran tanah. 

Kondisi di RT 07 RW 01 Kampung Sekip kini sangat memprihatinkan. Jalan penghubung antar-desa terpantau bergelombang parah, retak, bahkan terputus akibat amblesnya permukaan tanah. Fenomena ini membuat struktur tanah di hampir seluruh sudut kampung terus bergeser secara ekstrem. 

Karena tingkat kerawanan yang sangat tinggi, muncul rencana bahwa Kampung Sekip di wilayah RT tersebut akan dihapus dari peta desa. Lokasi ini dinilai sudah tidak layak lagi untuk dihuni karena pergerakan tanah yang bersifat permanen dan membahayakan keselamatan jiwa. 

Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) kini terpaksa menghabiskan waktu Ramadan mereka di tenda-tenda pengungsian yang didirikan oleh BPBD Kota Semarang tak jauh dari lokasi bencana. Warga dilarang keras menempati rumah mereka, terutama pada malam hari, guna menghindari korban jiwa jika terjadi reruntuhan susulan. 

Siang hari, warga hanya terlihat berjaga untuk menyelamatkan perabotan, harta benda, hingga hewan ternak yang masih bisa dievakuasi dari dalam bangunan yang retak-retak. 

Beberapa waktu lalu, lokasi bencana ini telah ditinjau langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah berencana merelokasi seluruh warga yang berjumlah sekitar 75 jiwa ke wilayah Rowosari, Semarang.

Namun, hingga saat ini proses persiapan lahan dan pendataan lanjutan masih berjalan. Warga berharap janji relokasi tersebut bisa segera terealisasi agar mereka tidak berlama-lama di pengungsian. 

"Kami berharap sebelum Lebaran sudah bisa pindah ke hunian sementara di tempat relokasi yang dijanjikan Pak Wapres saat kunjungannya kemarin. Sedih rasanya kalau harus Lebaran di tenda pengungsian," ujar Ketua RT 07, Joko Muchlisin, Selasa (24/2/2026). 

Saat ini, pihak Pemkot Semarang bersama instansi terkait terus melakukan kajian teknis di lokasi sembari memastikan logistik untuk para pengungsi selama bulan puasa tercukupi.

Topik Menarik