Jelang Muktamar ke-35, Institut Nahdliyin Nusantara Ungkap 14 Kandidat Ketum PBNU

Jelang Muktamar ke-35, Institut Nahdliyin Nusantara Ungkap 14 Kandidat Ketum PBNU

Nasional | sindonews | Selasa, 24 Februari 2026 - 06:50
share

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar ke-35 pada Juli-Agustus 2026. Menjelang perhelatan tersebut, sebanyak 14 kandidat masuk dalam daftar calon ketua umum.

Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) merilis daftar 14 tokoh yang memiliki peluang besar untuk menakhodai PBNU dalam Muktamar ke-35 NU.

Peneliti Insantara Wildan Efendy memaparkan pihaknya menentukan nama-nama kandidat berdasarkan tiga aspek utama: tingkat popularitas, rekam jejak jalur sumber kandidat, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus dan warga NU.

Baca juga: Muktamar ke-35 NU, KH Ma'ruf Amin-Abdussalam Dinilai Bisa Kembalikan Jati Diri NU

Menurut Wildan, transisi kepemimpinan kali ini membawa tanggung jawab besar bagi perbaikan tata kelola jam’iyyah. Tingginya aspirasi pengurus wilayah, cabang, dan warga kultural menjadi indikator utama keinginan lahirnya pemimpin baru.“Desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nakhoda baru di tubuh PBNU. Kita mesti menjaga kesadaran ini sampai Muktamar ke-35 berlangsung, agar tercipta kepemimpinan baru PBNU yang lebih baik, berintegritas, dan sesuai dengan zaman di abad kedua NU,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Lihat video: Konflik Internal PBNU Memanas!

Insantara juga menemukan data yang cukup mengejutkan terkait mekanisme pemilihan. Temuan menunjukkan 90 elemen NU menghendaki sistem Ahwa diterapkan penuh bagi Syuriyah (Rais Aam) dan Tanfidziyah (Ketua Umum) di Muktamar mendatang.

“Pergantian kepemimpinan PBNU ini bukan sekadar rutinitas manajerial, melainkan titik tolak krusial bagi Nahdlatul Ulama dalam menavigasi tata kelola keumatan yang lebih progresif dan berintegritas di abad keduanya,” ucapnya.

Berikut ini 14 kandidat yang berpeluang potensial tersebut:

• Klaster PBNU: Prof. KH Nuh DEA, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Syaifullah Yusuf, dan KH Zulfa Mustofa.• Klaster PWNU: KH Abd Ghaffar Rozin, KH Abd Hakim Mahfudz, dan KH Juhadi Muhammad.• Klaster Tokoh NU dan Pesantren: KH Imam Jazuli, KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudlori, dan KH Marzuqi Mustamar.• Klaster Politik dan Pemerintahan: H Muhaimin Iskandar, H Nusron Wahid, dan Prof. KH Nasaruddin Umar.

Topik Menarik