Debit Banjir Kembali Naik, Warga Lamongan Kekurangan Bantuan
LAMONGAN, iNews.id - Setelah sempat menurun, ketinggian banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan kembali meningkat pada Jumat (20/2/2026). Kondisi ini dipicu curah hujan tinggi serta luapan Bengawan Jero, membuat warga yang sudah terdampak sejak November 2025 semakin kesulitan, terutama secara ekonomi.
Istiana, warga Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, menuturkan bahwa air sempat surut sebelum kembali naik akibat hujan deras.
"Sebelumnya sudah surut dan sekarang naik lagi. Selama banjir ini alat transportasinya pakai perahu," ujar Istiana dikutip dari iNews Lamongan.
Keluhan serupa disampaikan Rita Sugiarto, warga Desa Sidomulyo lainnya. Dia menilai bantuan yang diterima tidak sebanding dengan lamanya masa banjir.
Selain itu, usaha tambak yang menjadi mata pencaharian utama warga juga lumpuh. "Dapat bantuan telong kilo beras (tiga kilo beras), panen kami juga gagal. Ambyar, mulai tebar benih sampai sekarang enggak dapat apa-apa," ucapnya.
Berlangsung Dramatis, Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Behasil Dievakuasi dari Medan Ekstrem
Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Meluke. Dia mengatakan, akan mengambil langkah kedaruratan untuk mempercepat penyusutan air.
Dalam waktu dekat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana menambah satu hingga dua unit pompa berkapasitas besar.
Selain itu, kebutuhan dasar masyarakat terdampak akan menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. Banjir yang telah berlangsung selama tiga bulan ini memicu desakan warga agar pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat bersinergi mencari solusi jangka panjang agar bencana tahunan tidak terus berulang.










