Legislator Partai Perindo Mimika Susuri Laut 2 Hari demi Salurkan Bantuan ke Kapiraya
MIMIKA, iNews.id - Anggota DPRK Mimika Rampeani Rachman mengantarkan 1 ton bantuan pangan ke Kampung Kapiraya, Papua Tengah, yang terdampak bentrokan akibat sengketa tapal batas. Bantuan tersebut dibawa melalui jalur laut selama 2 hari perjalanan.
Konflik yang meletus pekan lalu membuat ratusan warga mengungsi. Situasi di Kapiraya hingga kini disebut masih diliputi rasa takut.
“Sampai saat ini anak-anak belum kembali ke sekolah,” ujar Rampeani Rachman, Kamis (19/2/2026).
Bantuan pangan seberat 1 ton tersebut dibagikan kepada warga terdampak. Banyak warga untuk sementara waktu tidak dapat beraktivitas normal akibat konflik yang berujung aksi saling serang menggunakan senjata tajam.
Rampeani yang juga anggota Komisi III DPRK Mimika turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi masyarakat. Dia menggunakan perahu fiber dan menempuh perjalanan laut selama 2 hari.
“Saya turun langsung untuk memastikan kondisi masyarakat di sana, mencarikan solusi terbaik buat mereka,” katanya.
Menurut dia, dampak konflik tidak hanya dirasakan dari sisi keamanan, tetapi juga pendidikan. Anak-anak disebut belum kembali bersekolah karena masih diliputi ketakutan.
“Setelah konflik kemarin, anak-anak tidak bersekolah karena ketakutan. Bagaimana anak-anak mendapat pendidikan yang layak jika terus dibayangi rasa takut,” kata legislator Partai Perindo tersebut.
Rampeani menilai persoalan tapal batas harus segera diselesaikan agar tidak berdampak lebih luas. Jika berlarut-larut, konflik tersebut dikhawatirkan memengaruhi masa depan generasi muda di Kapiraya.
Dia mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah mempertemukan pemerintah daerah terkait untuk mencari solusi sembari menunggu keputusan pemerintah pusat.
“Ini persoalan kemanusiaan yang harus segera ditangani bersama. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” katanya.
Bantuan satu ton pangan yang diantar Rampeani Rachman ke Kapiraya diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak konflik. Pemerintah daerah dan pihak terkait diminta segera mengambil langkah konkrit agar situasi kembali kondusif.









