Longsor Terjang Kawasan Bukit Menoreh Kulonprogo, Belasan Rumah Rusak
KULONPROGO, iNews.id – Belasan rumah di kawasan perbukitan Menoreh, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang. Kabupaten Kulonprogo, DIY, rusak diterjang longsor, Selasa (17/2/2026). Bencana itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama dua hari terakhir.
Titik longsor terparah dilaporkan berada di Pedukuhan Pantog Wetan dan Puguh. Di lokasi ini, tebing setinggi 10 meter ambrol dan menghantam bangunan di bawahnya.
Di dua pedukuhan tersebut, sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian dapur. Kerasnya hantaman material longsor menyebabkan tembok bangunan jebol dan tanah masuk ke dalam ruangan.
Salah satu pemilik rumah, Sutrisno, menceritakan detik-detik mencekam saat tanah di samping rumahnya mulai patah.
"Sekitar jam 3 sore saat hujan deras, terdengar suara kretek-kretek tanah patah. Tebing sekitar 10 meter menimpa dapur. Untungnya saat kejadian keluarga sedang pergi arisan, jadi rumah sepi," ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Meski dihantui rasa waswas, Sutrisno mengaku terpaksa tetap bertahan di rumahnya karena tidak memiliki tempat pengungsian lain.
Kondisi serupa dialami Sutarno, warga lainnya. Ia menyebutkan air dan lumpur mengepung rumahnya dari berbagai arah.
"Ada tujuh titik longsor di sekitar sini. Awalnya air dari talang, lalu samping longsor. Saya mau lari ke barat, ternyata di barat juga longsor. Akhirnya air masuk semua ke dalam rumah. Selama 15 tahun tinggal di sini, baru kali ini kejadian," tuturnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo, tercatat ada 29 titik kejadian longsor di Kecamatan Kalibawang pasca-hujan ekstrem dua hari terakhir.
Zona Merah Menoreh
Permukiman warga di Desa Banjaroya memang berada di kawasan Perbukitan Menoreh yang memiliki topografi tebing curam. Hal ini menjadikan wilayah tersebut masuk dalam zona merah rawan longsor saat intensitas hujan tinggi.
Saat ini, warga dibantu aparat TNI-Polri dan relawan masih bergotong royong membersihkan material tanah yang menutup jalan akses warga dan masuk ke dalam rumah.
"Kami mengimbau agar warga tetap waspada, terutama yang tinggal di bawah tebing curam, mengingat cuaca buruk diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan," tulis pernyataan BPBD Kulonprogo.










