Baznas RI Salurkan Bantuan bagi 142.079 Korban Banjir Sumatera

Baznas RI Salurkan Bantuan bagi 142.079 Korban Banjir Sumatera

Nasional | sindonews | Selasa, 17 Februari 2026 - 17:43
share

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada142.079 penerima manfaat yang tersebar di tiga provinsi. Bantuan meliputi pemberian makanan melalui pendirian dapur umum, dapur air bersih, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., mengatakan, Baznas RI hadir untuk memastikan para penyintas bencana di Sumatera dan Aceh mendapatkan bantuan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.

“Hingga awal Februari ini sebanyak 142.079 jiwa telah merasakan manfaat langsung dari penyaluran bantuan Baznas,” katanya, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Baznas Bangun Hunian Tetap bagi Korban Bencana di Tapanuli Selatan

Di Provinsi Aceh, Baznas telah menjangkau 62.347 penerima manfaat yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 40 kecamatan. Bantuan difokuskan pada penyediaan 26 dapur umum, pendistribusian 2.488 paket logistik keluarga, 684 pasien layanan kesehatan, mendirikan masjid darurat, dan MCK darurat, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak banjir dan longsor.Sementara itu, di Sumatera Utara, Baznas menyalurkan bantuan kepada 37.960 penerima manfaat di 9 kabupaten/kota dan 32 kecamatan. Layanan yang diberikan meliputi distribusi 1.769 makanan siap santap, 1.769 pasien penerima pengobatan gratis, membangun masjid darurat, MCK darurat, penyediaan air bersih, serta bantuan obat-obatan dan hygiene kit bagi masyarakat di lokasi pengungsian maupun daerah terdampak langsung.

Lihat video: Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Setelah Tinjau Lokasi Banjir Sumatera

Adapun di Sumatera Barat, jumlah penerima manfaat mencapai 41.772 jiwa yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 44 kecamatan. Baznas mengoperasikan dapur umum dengan mendistribusikan 16.945 porsi makanan siap santap setiap hari, menyalurkan 3.500 paket logistik keluarga, serta membuka layanan kesehatan dan dukungan psikososial untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana.

“Itu yang kami lakukan selama masa tanggap darurat bekerja sama dengan Baznas daerah, mitra kemanusiaan dan pemda setempat,” ujarnya.

Selanjutnya, ujar Saidah, Baznas RI juga membuat program untuk masa pemulihan yakni program kembali ke masjid, kembali ke sekolah, dan membangun hunian tetap (huntap) untuk korban bencana banjir di tiga provinsi tersebut.

“Yang kita lakukan melakukan pemulihan masjid-masjid yang ada di daerah bencana, bukan hanya recovery, kita juga siapkan alat ibadahnya. Kemudian kita juga mendistribusikan 30 ribu seragam sekolah termasuk sepatu, tas, buku, semua kita siapkan supaya anak-anak punya hak untuk kembali melanjutkan pendidikan dengan baik,” ujar Saidah.Kemudian saat ini, lanjut Saidah, Baznas RI mulai melakukan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana di Sumatra Utara. Ini merupakan upaya pemulihan yang dilakukan Baznas RI untuk membantu masyarakat yang kehilangan rumahnya akibat terjangan bencana banjir pada akhir November 2025 lalu.

“Alhamdulillah Baznas akan membangun 120 huntap di Tapanuli Selatan dan saat ini sudah dilakukan peletakan batu pertama di sana oleh Baznas RI dan Pemkab Tapanuli Selatan,” jelas Saidah di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Senin, 16 Februari 2026.

Menurut Saidah, Baznas RI telah menyiapkan sebanyak Rp80 miliar dana bantuan yang dititipkan masyarakat Indonesia melalui Baznas RI. Dana sebesar Rp80 miliar tersebut dikhususkan untuk masa pemulihan pascabencana banjir termasuk pembangunan huntap di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatera Utara.

“Huntap di Sumut sudah peletakan batu pertama, insya Allah selanjutnya di Aceh Tamiang dan Sumatera Barat. Rencananya kami ingin membangun Kampung Cahaya Zakat, jadi nanti di situ ada perumahan, ada masjid, ada pasar juga yang menjadi sentra ekonominya,” ujar Saidah.

Topik Menarik