17 Februari dalam Sejarah: Tsunami 80 Meter di Maluku hingga Kelahiran Michael Jordan
JAKARTA – Berbagai peristiwa penting terjadi di berbagai belahan dunia pada 17 Februari dari tahun ke tahun. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah yang tercatat pada tanggal tersebut, seperti dilansir dari Wikipedia:
1674 – Tsunami Raksasa Terjadi di Maluku
Tsunami raksasa setinggi 80 meter menghantam wilayah Hila dan Lima di Pulau Ambon serta Pulau Seram, Maluku. Sebanyak 2.322 orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.
1863 – Pembentukan Komite Internasional Pemulihan Korban Luka
Warga kota Jenewa membentuk International Committee for Relief to the Wounded, yang kini dikenal sebagai International Committee of the Red Cross (ICRC) atau Komite Palang Merah Internasional.
1908 – Kelahiran Buya Hamka
Abdul Malik Karim Amrullah, yang dikenal sebagai Buya Hamka atau Datuk Indomo, lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada 17 Februari 1908. Ia wafat di Jakarta pada 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun.
Buya Hamka adalah seorang ulama dan sastrawan terkemuka. Ia juga berkiprah sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Dalam dunia politik, ia aktif melalui Partai Masyumi hingga partai tersebut dibubarkan. Ia juga menjabat sebagai Ketua pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta aktif di Muhammadiyah hingga akhir hayatnya.
Ia dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Universitas Al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia. Hamka juga dikukuhkan sebagai guru besar di Universitas Moestopo, Jakarta. Namanya diabadikan menjadi Universitas Hamka milik Muhammadiyah, dan ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
1963 – Kelahiran Michael Jordan
Mantan pemain bola basket profesional asal Amerika Serikat, Michael Jordan, lahir di Brooklyn, New York, pada 17 Februari 1963.
Jordan enam kali meraih gelar juara NBA bersama Chicago Bulls (1991–1993 dan 1996–1998), dan dikenal sebagai salah satu pemain basket terbaik sepanjang masa.
1996 – Gempa Bumi dan Tsunami di Biak
Gempa bumi Biak 1996 atau gempa bumi Irian Jaya 1996 terjadi pada 17 Februari pukul 14.59.30 WIT. Gempa bermagnitudo 8,2 dengan intensitas Mercalli VIII (parah) ini memicu tsunami setinggi hingga 7 meter.
Sebanyak 166 orang dilaporkan tewas atau hilang, 423 orang luka-luka, dan 5.090 orang kehilangan tempat tinggal.
Gempa ini merupakan gempa thrust di zona subduksi curam. Patahan sepanjang 270 km terjadi di Palung Nugini, dengan distribusi geser yang tidak seragam. Pergeseran terbesarnya mencapai 12 meter di dekat hiposentrum, sementara rata-rata pergeseran di wilayah sesar seluas 230 x 100 km mencapai 4 meter.










