Tuding 6 Spesimen Ijazah Jokowi Dikeluarkan demi Yakinkan Publik Ada Ijazah Asli, Dokter Tifa: Ilusi Transparansi
Tersangka pencemaran nama baik dan hoaks, Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa) menyebut setidaknya ada enam spesimen ijazah milik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang dikeluarkan selama isu ijazah palsu mencuat. Bahkan menurut dia akan ada dua versi lagi yang keluar dari KPU Surakarta dan KPU Jakarta.
Dokter Tifa menjelaskan spesimen ijazah pertama dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Sigit Sunarta. Setelahnya lima spesimen lainnya kemudian terbit, misalnya dari Kader PSI Dian Sandi hingga yang ditampilkan oleh Dirtipidum Bareskrim Polri.
Baca juga: Refly Harun: SP3 Eggi Sudjana Berarti Laporan Terhadap Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa Juga Dicabut
"Jadi artinya sudah ada 6 versi, kita tunggu versi ke-7 dan ke-8 dari KPU Surakarta dan KPU Jakarta," ungkap Tifa kepada wartawan, Senin (16/2/2026).
Tifa menambahkan seluruh spesimen itu disebutnya sebagai perilaku ilusi transparansi. Lewat cara itulah publik dipaksa untuk meyakini Jokowi memiliki ijazah asli dari UGM."Ini adalah perilaku ilusi transparansi. Kelihatannya transparan pada tanggal 20 Oktober 2022 transparan, dekan menunjukan ijazah, kemudian transparan lagi Dirtipidum menunjukan ijazah, transparan lagi Dian sandi, kemudian juga di KPU ini semua adalah ilusi transparansi. Kita semua dipaksa untuk meyakini bahwa semua versi dari ijazah tersebut adalah asli," tutur dia.
Baca juga: Eggi Sudjana Dapat SP3, Mantan Wakapolri Oegroseno Nyatakan Kasus Roy Suryo Cs Harusnya Ikut Dihentikan
Padahal, tambah Tifa, tak satupun dari keenam spesimen ijazah yang ditunjukkan tersebut identik dengan ijazah mahasiswa Kehutanan UGM tahun 1985. Dia pun menyatakan bahwa keenam spesimen ijazah yang ditunjukkan tersebut ialah palsu.
"Padahal kalau setidaknya ada 6 versi dari ijazah ini keluar, berarti kita bisa berhipotesis bahwa salah satu, dua, tiga, empat, lima, enam, semuanya palsu," ungkap Tifa.
"Tidak ada yang identik dengan ijazah asli dari lulusan Kehutanan UGM tahun 1985," tandasnya.










