Detik-Detik Terakhir Pilot Smart Air: Sempat Kirim Sinyal Darurat Sebelum Tewas Ditembak KKB
JAKARTA – Pilot dan kopilot pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR, sempat mengirimkan pesan darurat sesaat setelah ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir mengungkapkan, Kapten Egon Erawan bersama Kopilot Kapten Baskoro sempat mengirim pesan singkat melalui perangkat GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan.
Pesan tersebut dikirim beberapa menit setelah pesawat mendarat sekitar pukul 11.05 WIB. Saat itu, pesawat yang baru tiba dari Bandara Tanah Merah langsung diberondong tembakan dari arah hutan di sekitar bandara.
"Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan," ujar Isir kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).
Seluruh penumpang yang berjumlah 13 orang, termasuk seorang balita, segera turun dari pesawat dan berusaha menyelamatkan diri dari rentetan tembakan.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani menjelaskan, pilot dan kopilot berusaha menyusul penumpang untuk memastikan keselamatan mereka. Namun, keduanya kembali menjadi sasaran tembak saat berada di area landasan pacu (runway).
"Pilot dan co-pilot berusaha menyelamatkan diri menyusul penumpang, namun keduanya ditembak saat berada di area landasan," kata Faizal.
Akibat serangan tersebut, Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro meninggal dunia. Sementara seluruh penumpang dinyatakan selamat.
Pesawat Smart Air diketahui lepas landas dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT sebelum akhirnya ditembaki sesaat setelah mendarat di Bandara Koroway Batu pada Rabu, 11 Februari 2026.








