Dominasi Langit: Menakar TNI AU-1 di Tengah Tradisi dan Relasi

Dominasi Langit: Menakar TNI AU-1 di Tengah Tradisi dan Relasi

Nasional | sindonews | Senin, 9 Februari 2026 - 06:57
share

Selamat GintingPengamat Politik dan Pertahanan Keamanan dari Universitas Nasional (UNAS)

DINAMIKA suksesi di tubuh TNI kini memasuki fase paling krusial. Pada April 2026 mendatang, Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono (55 tahun) akan genap dua tahun menjabat sebagai KSAU (AU-1).

Sebagai perwira professional, ia juga dikenal sebagai bagian dari "Geng Solo", mantan Ajudan Presiden Jokowi dan Sesmilpres era Presiden Jokowi. Posisi Marsekal Tonny kini berada dalam radar konsolidasi besar-besaran Presiden Prabowo Subianto.

Besar kemungkinan, Presiden akan melakukan penyegaran serentak pada posisi Panglima TNI, Wakil Panglima TNI, ketiga Kepala Staf Matra, dan juga Kepala Polri. Langkah ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan upaya sinkronisasi total instrumen pertahanan keamanan dengan visi besar Kabinet Merah Putih.

Jalur Panglima dan Wakil Panglima

Dalam skenario konsolidasi ini, Laksamana Muhammad Ali (KSAL) muncul sebagai kandidat terkuat Panglima TNI. Muhammad Ali (AAL 1989) adalah jenderal bintang empat paling senior saat ini di TNI. Bahkan lebih senior dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, keduanya alumnus Akmil 1991. Sementara itu, jabatan Wakil Panglima TNI jika harus dirotasi juga, berpotensi diisi oleh bintang empat senior seperti Marsekal Tonny Harjono atau Jenderal Maruli Simanjuntak, maupun bintang tiga senior lainnya, seperti pada pengalaman Tandyo dari Wakil KSAD menjadi Wakil Panglima TNI.

Dinamika ini juga otomatis melibatkan Jenderal Tandyo Budi Revita yang jika digeser dari Wakil Panglima TNI, kemungkinan besar bisa menjadi KSAD atau jabatan setingkat Kementerian. Kondisi ini akan membuka gerbong mutasi besar di tubuh Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara.

Terbuka celah sebagai solusi untuk rotasi perwira tinggi bintang empat maupun bintang tiga, yakni posisi Wakil Menteri Pertahanan bisa ditambah satu atau dua lagi, mengingat beban berat Kementerian Pertahanan. Jika saat ini Wakil Menteri Pertahanan diisi oleh Marsekal (Purn) Donny Ermawan Taufanto (AAU 1988-A), maka Wakil Menhan tambahan, bisa diisi oleh Laksamana maupun Jenderal untuk mendampingi Menhan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin (Akmil 1974 satu letting dengan Presiden Prabowo Subianto).

Senioritas Andyawan vs Kedekatan Yusuf Jauhari

Suksesi KSAU menjadi sangat menarik karena adanya benturan antara senioritas murni, tradisi korps, dan kedekatan strategis. Di puncak daftar senioritas, muncul nama Marsdya Andyawan Martono Putra (Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional). Sebagai lulusan AAU 1989 (Penerbang Tempur), Andyawan adalah perwira bintang tiga paling senior di TNI AU yang masih aktif.

Dengan perpanjangan usia pensiun bagi beberapa perwira tinggi kelahiran 1967, Andyawan memiliki modal kematangan dan pengalaman komando yang tak tertandingi para juniornya. Menjadikannya pilihan paling stabil jika Presiden ingin menjaga keseimbangan senioritas di matra udara.Di sisi lain, terdapat Marsdya Yusuf Jauhari (Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan). Yusuf adalah sosok yang paling dipercaya Prabowo dalam urusan pengadaan alutsista strategis selama di Kemhan. Namun, Yusuf terganjal tradisi, karena ia berasal dari Korps Elektronika.

Sementara kursi KSAU secara historis adalah domain eksklusif Korps Penerbang Tempur. Begitu pula dengan Marsdya Deny Muis (Panglima Korpasgat) yang terhambat pakem fungsional infanteri udara, pasukan khusus Angkatan Udara di darat. Sedangkan titik berat TNI AU adalah supremasi di udara dengan pesawat tempur sebagai alutsista utamanya.

Panggung Penerbang Tempur

Jika faktor regenerasi TNI menjadi pertimbangan utama, maka kandidat mengerucut pada angkatan di bawahnya. Marsdya Tedi Rizalihadi (Wakil KSAU, AAU 1991) dan Marsdya Minggit Tribowo (Panglima Komando Operasi Udara Nasional, AAU 1991) berada di posisi terdepan.

Tedi, peraih Adhi Makayasa 1991, memiliki keunggulan administratif sebagai "orang nomor dua", sementara Minggit memegang kendali operasional wilayah udara nasional sebagai Pangkopsudnas. Sama gengsinya dengan Pangkostrad di AD dan Pangkoarmada RI di AL.

Jangan lupakan peraih Adhi Makayasa 1990, Marsdya Samsul Rizal yang kini sedang “diparkir” di Universitas Pertahanan, serta Marsdya M. Khairil Lubis (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II). Keduanya adalah penerbang tempur yang memiliki rekam jejak operasi luas dan kapasitas intelektual untuk mengawal transformasi digital TNI AU.Mereka inilah generasi yang dilompati oleh Marsekal Tonny Harjono (AAU 1993) pada saat Jokowi masih menjadi Presiden. Kini peluang Andyawan, Tedi, Minggit, Samsul, dan Khairil Lubis kembali hidup untuk bisa menjadi kandidat KSAU, jika terjadi rotasi KSAU.

Penutup

Presiden Prabowo kini berada di persimpangan jalan. Apakah ia akan memilih Andyawan Martono Putra untuk menjaga stabilitas senioritas murni, memilih Yusuf Jauhari untuk menjamin loyalitas pengadaan logistik, atau mempercayakan estafet pada generasi peraih Adhi Makayasa seperti Tedi Rizalihadi atau Samsul Rizal? Termasuk Khairil Lubis yang sarat pengalaman jabatan strategis komandan/panglima.

Memilih KSAU adalah pernyataan tentang arah pertahanan udara Indonesia. Di tengah kedatangan alutsista generasi terbaru seperti Rafale, pilot baru Mabesau haruslah sosok yang mahir mengendalikan jet tempur di angkasa sekaligus cakap dalam diplomasi pertahanan di daratan. Langkah "skakmat" konsolidasi pimpinan TNI-Polri pada 2026 ini akan menentukan seberapa kokoh kedaulatan langit nusantara di bawah komando tunggal Presiden Prabowo.

Daftar Kandidat Potensial KSAU (Marsdya TNI Aktif)

No Nama Abituren (AAU) Korps Jabatan Saat Ini Masa Jabatan (Estimasi)I Klaster Kementerian / Lembaga

1 Marsdya TNI Mohammad Syafii 1991 Pnb Kepala Basarnas 1 Thn, 1 Bln, 1 Hari2 Marsdya TNI Samsul Rizal 1990 Pnb (Tempur) Dosen Tetap Unhan 1 Thn, 10 Bln, 3 Hari3 Marsdya TNI Yusuf Jauhari 1990 Elektronika Kepala Baloghan Kemhan 5 Bulan, 25 Hari

II Klaster Mabes TNI

4 Marsdya TNI M. Khairil Lubis 1990 Pnb (Tempur) Pangkogabwilhan II 1 Thn, 9 Bln, 30 Hari5 Marsdya TNI Arif Widianto 1990 Pnb Komandan Sesko TNI 1 Thn, 10 Bln, 3 Hari6 Marsdya TNI Andyawan Martono P. 1989 Pnb (Tempur) Pangkohanudnas 5 Bulan, 25 Hari

III Klaster Mabes TNI AU

7 Marsdya TNI Tedi Rizalihadi 1991 Pnb (Tempur) Wakil KSAU 8 Bulan, 8 Hari8 Marsdya TNI Arif Mustofa 1988 Pnb Irjenau 4 Bulan, 24 Hari9 Marsdya TNI Minggit Tribowo 1991 Pnb (Tempur) Pangkoopsudnas 8 Bulan, 8 Hari10 Marsdya TNI Deny Muis 1993 Korpasgat Panglima Korpasgat 5 Bulan, 25 Hari11 Marsdya TNI TBH Age Wiraksono 1990 Pnb Komandan Kodiklatau 4 Bulan, 24 Hari

Topik Menarik