Gerindra Belum Bahas Parliamentary Threshold, Dasco: Kami Baru Lakukan Simulasi Internal
JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa partainya belum menentukan sikap terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Menurutnya, Gerindra saat ini baru melakukan simulasi internal.
“Kalau di internal Gerindra, kami baru pada tahap awal melakukan simulasi-simulasi internal,” kata Dasco di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Meski demikian, Dasco menegaskan, bahwa kajian tersebut masih bersifat simulasi dan belum bersifat final. Oleh karena itu, Gerindra belum dapat menyampaikan sikap resminya kepada publik.
“Tetapi hal itu masih bersifat simulasi dan belum final, sehingga kami belum dapat menyampaikan ke publik mengenai hal-hal yang dilakukan dalam simulasi tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyoroti dampak negatif penerapan ambang batas parlemen terhadap kualitas demokrasi. Penerapan parliamentary threshold dinilai memicu tingginya angka disproporsionalitas hasil pemilu.
Peneliti Perludem Heroik M Pratama menyampaikan bahwa semakin tinggi angka parliamentary threshold, maka semakin besar pula potensi suara pemilih yang terbuang.
“Data terakhir pada pemilu dengan ambang batas 4 persen menunjukkan ada sekitar 17,3 juta suara pemilih yang terbuang dari total kurang lebih 10 partai politik peserta pemilu,” ujar Heroik dalam rapat di Komisi II DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).










