Bawa Semangat Transformasi Kepemimpinan, Ketua DPW Perindo Sulsel: Kurangi Beban Rakyat

Bawa Semangat Transformasi Kepemimpinan, Ketua DPW Perindo Sulsel: Kurangi Beban Rakyat

Nasional | sindonews | Kamis, 5 Februari 2026 - 16:55
share

Ketua DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, menilai, sudah saatnya meninggalkan budaya kepemimpinan transaksional (transactional leader) menjadi kepemimpinan transformasi (transformational leader). Menurut Hayat, masyarakat perlu diberdayakan agar bisa naik kelas.

Hal itu diungkapkan Hayat usai dikukuhkan Ketua DPW Perindo Sulsel oleh Ketua Umum DPP Partai Perindo, Angela Tanoesoedibjo di Makassar, Kamis (5/2/2026).

Hayat mengatkaan, pelantikan pengurus DPW Perindo Sulsel amat menentukan ke depan. "Kenapa? Semangat, ya, kita selalu didorong oleh legitimasi, kekuatan dari ujung sampai RT. Ya, kalau orang Bugis bilang RT itu 'wakil pejabat di Lailatul Qadar.' Nah sekarang ini saya tampil, ini sudah disumpah kok, sudah ada pataka. Kurang apa lagi?" ucapnya.

Baca juga: Lantik Abdul Hayat Gani Jadi Ketua DPW Perindo Sulawesi Selatan, Angela Tanoesoedibjo: Saya Yakin di Tangan Beliau Perindo Besar

Dengan begitu, Hayat menilai, para kader tinggal petakan kondisi dan menyiapkan transformasi untuk menaikan kelas masyarakat. Hayat menilai, salah satu transformasi bisa dimulai dari kepemimpinan."Di mana transformasi? Kita harus tinggalkan transactional leader, kita harus masuk kepada transformational leader. Kita harus pastikan ide, gagasan, inovasi, produktivitas, inklusif, dan berkarakter. Nah, kalau itu kita jaga, kalau itu kita jaga, mudah-mudahan Perindo ke depan, insya Allah," ujar Hayat.

Lihat video: Angela Tanoesoedibjo Nilai Literasi Digital Jadi Kunci Lawan Hoaks

Hayat menilai, ada tiga cara untuk membantu rakyat naik kelas. Pertama, membantu untuk mengurangi beban rakyat. Kedua, kata dia, mencari cara untuk meningkatkan pemasukan rakyat.

"Terakhir, bagaimana kita support dengan sosialisasi kaitan dengan edukasi. Tiga variabel ini kalau kita lakukan, sampai saat ini belum ada teori yang lain untuk meningkatkan yang namanya naik kelas," ujar Hayat.

"Kurangi bebannya masyarakat, pastikan income-nya naik, dan diiringi dengan edukasi secara terus-menerus. Kalau itu kita lakukan, yakin dan percaya bahwa negara ini hadir untuk betul-betul melindungi rakyatnya," tambahnya.

Topik Menarik