Mendikdasmen Buka Suara soal Siswa SD Bunuh Diri Tak Mampu Beli Pena: Kita Selidiki

Mendikdasmen Buka Suara soal Siswa SD Bunuh Diri Tak Mampu Beli Pena: Kita Selidiki

Nasional | sindonews | Rabu, 4 Februari 2026 - 07:47
share

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ikut membuka suara soal tragedi seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBS (10) yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Siswa bunuh diritersebut diduga depresi karena keluarga tidak mampu memenuhi permintaannya untuk membeli buku dan alat tulis.

Mu’ti pun memastikan dirinya akan melakukan penyelidikan. “Nanti coba kita selidiki ya. Saya belum tahu informasinya,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Siswa SD Tewas Gantung Diri, Unggahan Terakhir Status Medsosnya Bikin Penasaran

Sementara itu ditanya mengenai tragedi tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, Mu’ti hanya menegaskan akan menyelidiki penyebabnya. “Saya belum tahu, nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya,” tegasnya.

Terpisah, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinan atas tragedi tersebut.

“Ya, tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka, ya. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” kata Gus Ipul.

Baca juga: Mencengangkan! Ini Pesan Guru SD di Malang yang Tewas Bunuh Diri Bersama Istri dan Anak

Gus Ipul memastikan pihaknya bersama pemerintah daerah setempat akan memperkuat pendampingan. “Ya, tentu bersama pemerintah daerah, kita harus memperkuat pendampingan.”

Lebih lanjut, Gus Ipul juga bicara mengenai penguatan data untuk memastikan jangkauan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kita harus memperkuat data kita, dan kita harapkan tidak ada yang tidak terdata. Ini hal yang sangat penting saya kira, kembali kepada data. Bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan.”

“Ya, jadi itu sampai di situ dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” pungkasnya.

Topik Menarik