4 Warga Cianjur Keracunan Jamur Liar Dirawat di RSUD, Dijenguk Kapolres dan Bupati

4 Warga Cianjur Keracunan Jamur Liar Dirawat di RSUD, Dijenguk Kapolres dan Bupati

Nasional | inews | Jum'at, 23 Januari 2026 - 17:57
share

CIANJUR, iNews.id - Sebanyak empat warga keracunan jamur luar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mereka menjalani perawatan intensif di RSUD Cianjur yang berlokasi di Jalan Pasir Raya Gede, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur.

Sebagai bentuk perhatian dan empati pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah, Bupati Cianjur Mohamad Wahyu Ferdian didampingi Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menjenguk korban keracunan jamur liar yang dirawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur, Kamis (22/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres dan Bupati berdialog langsung dengan tim medis untuk mengetahui kondisi kesehatan para korban usai mendapatkan penanganan awal. Keduanya juga memantau langsung perkembangan pasien yang dirawat di zona hijau, kuning, hingga merah.

Selain memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga, Kapolres dan Bupati memastikan proses penanganan medis berjalan sesuai standar dan kebutuhan masing-masing pasien.

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan kehadiran unsur Forkopimda merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian.

“Kami ingin memastikan para korban mendapatkan perawatan yang optimal dan keluarga merasa didampingi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar penanganan lanjutan berjalan maksimal sambil menunggu hasil observasi dan pemeriksaan dokter spesialis,” ujarnya dikutip Jumat (23/1/2026).

Sementara itu, Bupati Cianjur Mohamad Wahyu Ferdian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi bahan pangan yang berasal dari alam, khususnya jamur liar.

“Kami berharap para korban segera diberikan kesembuhan. Ke depan, kami mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan mengonsumsi jamur atau tanaman liar yang belum jelas keamanannya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan dalam mengonsumsi bahan pangan, terutama yang berasal dari alam bebas.

Topik Menarik