Pandji Pragiwaksono Kembali Dipolisikan Terkait Mens Rea, Diduga Nistakan Agama
JAKARTA – Komika Pandji Pragiwaksono kembali dilaporkan ke polisi. Kali ini, Pandji dilaporkan oleh Majelis Pesantren Salafiah (MPS) Banten yang menilai materi dari konten tersebut mengandung unsur penghinaan terhadap peribadatan agama Islam.
Laporan itu teregister dengan nomor L.P/B/567/1/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Pandji dilaporkan dengan Pasal 300 UU 1/2023 dan/atau Pasal 301 KUHP tentang dugaan tindak pidana penistaan agama.
“Tujuannya, karena kita sebagai Muslim melaporkan untuk klarifikasi komedian Pandji Pragiwaksono yang di GBK itu ya. Karena ada penggunaan diksi orang yang sholatnya tidak pernah bolong alias rajin, kita sudah paham kaitannya dengan soal kepemimpinan,” kata perwakilan Majelis Pesantren Salafiah Banten, Kiai Haji KH Matin Syarkowi, Kamis (22/1/2026).
“Dia mengatakan dalam narasi itu bahwa orang yang tidak pernah bolong sholatnya alias rajin, apakah otomatis, kira-kira begitu ya, menjadi orang baik? Jawab dia, enggak. Tapi bisa disebut orang rajin,” sambung dia.
Jembatan Bailey ke-10 di Bireuen Rampung, Hubungkan Dua Gampong yang Terputus Akibat Banjir
Menurutnya, dalam keyakinan umat Islam, seseorang yang rajin sholat dan tidak pernah meninggalkannya diyakini sebagai orang baik, sebagaimana yang dijelaskan dalam Alquran dan hadis.
“Dalam keyakinan kami sebagai umat Islam, sholat itu ada sholat fardu, ada sholat sunnah. Orang yang rajin sholat, tidak pernah meninggalkan karena tidak pernah bolong-bolong, diyakini dia adalah orang baik,” ujar dia.
Dia menilai persoalan muncul ketika Pandji mengaitkan analogi tersebut dengan perumpamaan siswa yang tidak pernah bolos sekolah namun disebut “goblok”.
“Lalu di mana salahnya? Pandji kemudian menyambung narasi itu dengan memperumpamakan kalau kita yakini sebagai analogi dengan siswa yang tidak pernah bolos, ujung-ujungnya kata dia, ‘seperti saya, goblok’. Sehingga ini bisa atau dapat dimaknai orang yang rajin sholat belum tentu baik, dan bisa jadi goblok,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti analogi lain yang digunakan Pandji terkait profesi pilot, yang menurutnya tidak relevan dan mengada-ada.
“Dipertegas dengan perumpamaan yang, ‘menurut keyakinan saya,’ dia mengada-ada. Apa mengada-adanya? Memperumpamakan dengan syarat sebagai pilot Garuda, yang syaratnya itu adalah sholatnya tidak bolong-bolong. Lalu menunjukkan kegoblokan itu ketika turbulensi mengalami gangguan, lalu seolah-olah si pilot yang rajin sholat itu mengajak justru sholat safar,” imbuhnya.
“Karena tidak ada di dunia ini, saya yakin tidak ada, seorang pilot yang mengajak penumpangnya untuk sholat safar ketika ada masalah di pesawat,” lanjutnya.
Atas dasar tersebut, laporan yang diajukan berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap peribadatan agama Islam. Matin menegaskan, materi tersebut dinilai telah keluar dari konteks hiburan.
“Penghinaan terhadap peribadatan agama Islam. Karena ada diksi ‘yang saya yakini’ seperti itu. Kan berdasarkan keyakinan saya juga. Diksinya itu ‘orang yang rajin sholat’. Rajin itu berarti tidak pernah bolong-bolong, artinya dia kan saban hari sholat,” ucapnya.
Ia menambahkan, pihak pelapor juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti berupa flashdisk. “Ada. Sudah kita serahkan ke situ. Flashdisk dan lain-lain kita ada,” ujarnya.










