Viral Duel Pelajar SMP vs SMA di Cianjur, Polisi Amankan 10 Orang

Viral Duel Pelajar SMP vs SMA di Cianjur, Polisi Amankan 10 Orang

Berita Utama | inews | Kamis, 22 Januari 2026 - 17:56
share

CIANJUR, iNews.id – Polisi mengamankan 10 orang buntut duel pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) melawan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Cianjur. Insiden berdarah tersebut viral di media sosial dan mengakibatkan satu orang pelajar mengalami luka serius hingga patah tulang.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Kampung Sedekan, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (17/1/2026) malam.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra mengatakan, petugas telah mengamankan sepuluh orang pelajar yang terlibat dalam kejadian tersebut, baik yang melakukan duel maupun yang menonton di lokasi.

"Saat ini 10 pelajar sudah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami masih mendalami peran masing-masing pelajar dalam aksi duel tersebut," kata AKP Fajri Ameli Putra, Kamis (22/1/2026).

Berawal dari Tantangan di Media Sosial 

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, aksi nekat ini dipicu oleh hal sepele. Pelajar SMP diduga mengirimkan tantangan duel kepada pelajar SMA melalui pesan singkat atau Direct Message (DM) di media sosial. 

Setelah tantangan tersebut dilayani, kedua belah pihak sepakat untuk bertemu di lokasi kejadian guna melakukan duel fisik. Aksi ini juga disaksikan oleh sejumlah rekan mereka yang turut merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel.

Aksi duel yang awalnya merupakan perkelahian fisik berubah menjadi insiden tragis. Seorang pelajar SMA dilaporkan mengalami luka cukup serius berupa patah tulang kaki sebelah kanan.

Kaki korban diduga sengaja ditabrak menggunakan sepeda motor oleh pelajar SMP dari arah belakang saat keributan terjadi. Korban kini harus menjalani perawatan intensif akibat cedera parah tersebut.

Bupati Cianjur, dr Muhammad Wahyu Ferdian, menyayangkan kejadian ini kembali terulang di wilayahnya. Pihak pemerintah daerah berencana memperketat pengawasan terhadap aktivitas pelajar, terutama di media sosial yang sering kali menjadi pemicu perselisihan.

Hingga saat ini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memanggil pihak sekolah serta orang tua para pelajar yang terlibat untuk proses pembinaan dan pertanggungjawaban hukum.

Topik Menarik