Tiba di KPK Usai Kena OTT, Wali Kota Madiun Maidi: Saya Tak Pernah Lelah Bangun Kota
JAKARTA - Wali Kota Madiun, Maidi, tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur. Maidi tiba sekitar pukul 22.35 WIB, Senin (19/1/2026).
Setibanya di Gedung KPK, Maidi sempat menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media sebelum menjalani pemeriksaan. Ia mengklaim selama ini terus berupaya membangun Kota Madiun.
“Saya tidak pernah lelah untuk membangun Kota Madiun,” ujar Maidi sambil berjalan menuju ruang pemeriksaan.
Ia juga meminta doa agar tetap diberi kesehatan, sembari menyinggung adanya kemungkinan kekurangan selama masa kepemimpinannya.
“Kalau ada kekurangan, doakan saya sehat,” katanya.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT di wilayah Kota Madiun pada Senin (19/1/2026). Dalam operasi senyap tersebut, tim penyidik mengamankan total 15 orang. Setelah menjalani pemeriksaan awal, sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan praktik korupsi berupa fee proyek dan dana corporate social responsibility (CSR).
“Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya.
Namun demikian, KPK belum membeberkan secara rinci proyek maupun penggunaan dana CSR yang dimaksud. Maidi menjadi salah satu pihak yang turut diamankan dan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai.
“Selain itu, tim juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” ujar Budi.
KPK hingga kini masih mendalami perkara tersebut dan belum mengumumkan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.










