Cari Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Tim SAR Terkendala Medan Berat Pegunungan Karst

Cari Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Tim SAR Terkendala Medan Berat Pegunungan Karst

Nasional | okezone | Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:29
share

JAKARTA - Tim SAR Gabungan masih terus berupaya mencari pesawat jenis ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah udara Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Dalam pencarian ini, tim SAR terkendala medan yang sangat sulit.

1. Kendala Pencarian

"Kendala di lapangan darat itu sesuai dengan informasi dari OSC di lapangan, itu mereka agak terkendala dengan jalur-jalur menuju lokasi titik duga. Karena pegunungan-pegunungan karst yang sangat berbahaya dan tajam ya," ucap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, M Arif, Sabtu (17/1/2026).

Tak hanya jalur darat, upaya pencarian juga dilaksanakan melalui udara. TNI Angkatan Udara (AU) telah mengerahkan helikopter untuk membantu pencarian.

"Sampai saat ini kami belum mendapatkan titik atau mendapatkan pesawat tersebut. Namun kami sampai saat ini masih melaksanakan pencarian baik lewat udara maupun lewat darat," ucapnya.

Ia menuturkan, saat pesawat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, cuaca saat ini dilaporkan berkabut. Namun terkait faktor cuaca yang diduga mengakibatkan pesawat hilang kontak, Arif tidak bisa memastikan hal tersebut.

"Saat itu cuacanya mendung, berkabut, mungkin itu yang menyebabkan. Cuma untuk mengetahui penyebab utamanya itu kan bukan ranah kami, tapi ranah KNKT," ujarnya.

 

Sekedar informasi, pesawat melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), pada Sabtu (17/1/2026). Kendala hilang kontak ini dilaporkan ketika pesawat akan mendarat di Makassar.

Pesawat awalnya diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk mendekat ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Namun, saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.
 

Topik Menarik