Prabowo Akan Umumkan Pembentukan Satgas Bencana Malam Ini
BOGOR – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bencana menyusul bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.
"Iya (bentuk satgas)," kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di sela-sela Taklimat Awal Tahun yang digelar di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Prasetyo menuturkan, Prabowo akan memutuskan sekaligus mengumumkan siapa yang akan memimpin Satgas tersebut pada malam hari ini.
"Rencananya nanti mungkin di sesi malam itu akan beliau sampaikan. Malam ini baru akan diputuskan oleh beliau. Nanti kita update lagi setelah selesai," ujarnya.
Jumlah Korban
Sebagai informasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tewas akibat bencana alam banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Selasa (6/1/2026) mencapai 1.178 jiwa.
Dari jumlah tersebut, korban jiwa terbanyak tercatat di Provinsi Aceh dengan total 543 orang.
“Progres pencarian dan pertolongan, korban jiwa saat ini yang paling dominan ada di Aceh sebanyak 543 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (6/1/2026).
Abdul Muhari mengungkapkan terdapat penambahan satu korban jiwa di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sehingga total korban meninggal dunia meningkat dari sebelumnya 1.177 jiwa.
“Per hari ini masih ada tambahan korban jiwa di Tapanuli Tengah sebanyak satu jiwa, sehingga total korban per hari ini menjadi 1.178 jiwa,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan jumlah pengungsi akibat banjir bandang hingga hari ini mencapai 242.174 jiwa. Pengungsi terbanyak masih berasal dari Provinsi Aceh dengan total 217.782 jiwa.
Rinciannya, Aceh Tamiang sebanyak 74.735 jiwa, Aceh Utara 67.876 jiwa, dan Gayo Lues 19.906 jiwa.
“Jumlah pengungsi terus menurun seiring dengan peningkatan hasil pencarian dan pertolongan, serta semakin berkurangnya jumlah korban hilang,” tambah Abdul Muhari.
Lebih lanjut, Abdul Muhari menjelaskan operasi pencarian dan pertolongan masih akan dilakukan hingga evaluasi pada 8 Januari 2026. Sementara itu, proses pemulihan pascabencana juga terus berjalan.
“Perbaikan fasilitas awal telah dilakukan di Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Proses pemulihan di Aceh diharapkan segera menyusul,” katanya.
Ia menambahkan, fase awal pemulihan dan rehabilitasi sudah mulai dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.










