Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Sitaro, 4 Kecamatan Terdampak
SITARO, iNews.id - Kementerian Sosial mengirim bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Bencana tersebut mengakibatkan 11 orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan, penyaluran bantuan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah setempat.
“Kita terus bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemda untuk menyalurkan bantuan,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Selasa (6/1/2026).
Bantuan korban banjir bandang yang dikirim terdiri atas berbagai kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Rinciannya meliputi kasur sebanyak 100 lembar, selimut 200 lembar, makanan anak 200 paket, tenda gulung 50 lembar, family kit 200 paket, kidsware 100 paket, makanan siap saji 400 paket, lauk pauk siap saji 500 paket, serta beras seberat 500 kilogram.
“Barang-barang tersebut dikirim menggunakan jalur laut pada 5 Januari 2026 malam,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir bandang terjadi pada Senin (5/1/2026) pukul 03.00 Wita. Peristiwa tersebut diduga dipicu curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Kabupaten Sitaro atau Kepulauan Siau.
Banjir bandang membawa material batu, kayu, dan lumpur menyebabkan kerusakan pada permukiman warga, fasilitas umu serta menimbulkan korban jiwa. Empat kecamatan dilaporkan terdampak, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Untuk sementara waktu, para korban banjir bandang Sitaro mengungsi di sejumlah titik aman. Di Gereja Betabara Paseng tercatat sebanyak 37 kepala keluarga atau 105 jiwa, sementara di Museum Ulu terdapat 54 kepala keluarga atau 287 jiwa. Total pengungsi di dua lokasi tersebut mencapai 91 kepala keluarga atau 392 jiwa.
Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang melalui Surat Keputusan Nomor 1 Tahun 2026. Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 5 hingga 18 Januari 2026.
Saat ini, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) sedang dalam perjalanan menuju Kepulauan Siau menggunakan kapal laut. Tim membawa bantuan logistik tambahan sekaligus menyiapkan pendirian dapur umum bagi para pengungsi.
Pemenuhan kebutuhan pengungsi dilakukan melalui pembelanjaan langsung karena keterbatasan akses menuju lokasi bencana yang hanya dapat dijangkau menggunakan perahu dengan kapasitas angkut terbatas. Kemensos kirim bantuan korban banjir bandang Sitaro diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak serta mempercepat pemulihan pascabencana.










