Bawaslu Ancam Pidana Mereka yang Ikut Pawai Saat Kampanye

Nasional | bukamatanews | Published at Senin, 16 November 2020 - 06:48
Bawaslu Ancam Pidana Mereka yang Ikut Pawai Saat Kampanye

MAKASSAR, BUKAMATA -- Bawaslu Makassar melarang setiap orang termasuk tim sukses atau simpatisan pasangan calon Wali kota dan calon Wakil Wali kota Makassar, yang pawai dengan berjalan kaki ataupun dengan kendaraan saat kampanye.

Larangan tersebut secara resmi dikabarkan Bawaslu Makassar melalui surat imbauan nomor:618/SN-22/PM.00.02/XI/2020 tertanggal 15 November kemarin.

Dalam imbauan tersebut, Ketua Bawaslu Makassar Nursari memandang pawai berjalan kaki ataupun berkendara saat masa kampanye dipandang perlu untuk tidak dilakukan oleh timses ataupun simpatisan pasangan calon Wali kota Makassar dan Wakilnya.

Menurutnya, larangan pawai tersebut telah dilarang secara tegas dalam pasal 69 huruf j Undang-Undang 10/2006 yang kini telah diubah terakhir kali sesuai undang-undang Nomor2 Tahun 2020 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang berbunyi: "Dalam kampanye dilarang melakukan pawai yang dilakukan dengan berjalan kakikaki dan/atau dengan kendaraan di jalan raya".

Tak hanya itu, kata Nursari setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan tersebut akan diklasifikasikan sebagai tindakan pidana sesuai pasal 187 ayat (3) Undang-Undang 10/2016 sebagai mana telah diubah terakhir kali dalam Undang-undang Nomor 2/2020.

"Yang melanggar akan diklasifikasikan melanggar pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama enam bulan, atau denda paling banyak satu juta rupiah," ujarnya.

Jadi sekali lagi Bawaslu Kota Makassar kembali menegaskan untuk mengimbau agar pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar tahun 2020 agar tidak melaksanakan kampanye dengan berjalan kaki ataupun berkendara di jalan raya.

Artikel Asli