Cara Memberi Tahu Orang Lain Jika Kita Positif Covid-19

Nasional | republika | Published at Senin, 16 November 2020 - 06:17
Cara Memberi Tahu Orang Lain Jika Kita Positif Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada saja orang yang tak ingin memberitahukan kepada orang lain bahwa mereka ternyata positif Covid-19. Mereka memilih merahasiakannya karena malu atau takut mengalami stigma.

Orang yang positif Covid-19 tak jarang dikucilkan. Seorang psikoterapis kognitif dan pembawa acara podcast "Coping With The New Normal of Covid-19," Niro Feliciano, yang telah merawat banyak pasien infeksi virus corona tipe baru, SARS-CoV-2, mengungkapkan bahwa para pasien takut berbagi mengenai status kesehatannya karena mereka mengira itu akan menjadikannya seseorang yang sangat rendah.

“Orang sering dicap seolah-olah mereka melakukan kesalahan dan kemudian dikucilkan pada tingkat tertentu,” ungkap Feliciano, dilansir laman Today, Ahad (15/11).

Feliciano mengatakan kepada para pasiennya yang positif Covid-19 bahwa hal pertama yang harus dipahami saat pertama kali terdiagnosis adalah itu belum tentu salah mereka. Sebab, ada banyak orang yang telah mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bisa terkena virus.

Selain itu, menurut Feliciano, para pengidap Covid-19 perlu mempertimbangkan salah satu orang yang perlu diberi tahu adalah orang yang mungkin merupakan pembawa penyakit yang tak merasakan gejala (positif Covid-19 asimptomatik) yang memberikan virus kepada kita. Jika kita tinggal di rumah dengan orang lain, baik anggota keluarga atau teman sekamar, segera beritahu mereka tentang diagnosis Covid-19.

Lalu, cari tahu proses karantina di dalam rumah jika memungkinkan. Jika Anda atau anak mengalami gejala, cari tahu apakah tempat kerja, sekolah, atau tempat penitipan anak Anda memiliki kebijakan formal tentang bagaimana melanjutkan informasi tersebut. Para ahli di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyarankan untuk tinggal di rumah dan segera memberitahu sekolah atau tempat penitipan anak Anda.

Feliciano mengatakan, meskipun mungkin tampak membebani dan membuat stres, konsekuensi dari menahan diagnosis, atau menunggu terlalu lama untuk mengungkapkannya, hal itu dapat merusak hubungan dengan orang lain.

"Jika mereka tahu bahwa Anda telah menjalani tes dan hasilnya positif, tapi tidak memberi tahu mereka, itu memengaruhi kepercayaan dalam suatu hubungan," katanya.

Berikut tip dari Feliciano untuk mempermudah percakapan.

1. Jujur dan jangan berbelit
Jangan memperumit pesan dengan detail dan penjelasan yang tidak perlu. Segera hubungi mereka yang perlu diberi tahu bahwa Anda positif Covid-19, baik melalui telepon, chat, SMS, atau e-mail orang.

Lalu, doronglah mereka untuk melakukan tindakan pencegahan, karantina, dan tes mandiri untuk mengingatkan bahwa mereka mungkin telah terinfeksi. Menurut CDC, siapa pun yang telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang telah didiagnosis dengan Covid-19 dalam jarak dua meter setidaknya selama 15 menit harus mempertimbangkan untuk menjalani tes.

2. Pahami setiap orang akan merespons secara berbeda
Feliciano mengatakan, cara seseorang menanggapi diagnosis Anda akan tergantung pada orang tersebut. Mereka yang rentan terhadap kecemasan mungkin bereaksi berlebihan, sementara yang lain mungkin tidak cukup khawatir.

"Bersikaplah terbuka terhadap fakta bahwa orang-orang memiliki tingkat ketakutan yang berbeda, tingkat kecemasan yang berbeda," katanya.

3. Bersiaplah untuk rentetan pertanyaan
Setelahnya, orang-orang pasti bertanya lebih lanjut. Mereka mungkin akan bertanya, di mana Anda terinfeksi, saat bersama siapa saja, dan tes macam apa yang diambil. Lalu, mereka juga pasti akan bertanya apakah Anda memakai masker.  

Feliciano menunjukkan bahwa ini hanyalah beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan orang setelah mengetahui diagnosis Anda. Pertanyaan lain, mungkin akan bersifat pribadi.

"Itu tergantung pada kebijaksanaan Anda untuk memutuskan seberapa banyak Anda mengungkapkannya," katanya.

Feliciano juga mengatakan, mungkin berguna untuk membuat garis waktu di sekitar saat Anda merasa terekspos virus itu. Termasuk di mana Anda berada dan dengan siapa Anda waktu itu untuk mengklarifikasi hal-hal dalam pikiran Anda.

"Beberapa pertanyaan, dan juga nada yang ditanyakan, bisa membuat stres pada saat itu, dan mungkin menghalangi kemampuan Anda untuk berpikir jernih,” katanya.

4. Fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan
Memberitahu orang-orang mengenai diagnosis Covid-19 merupakan hal yang sulit dan reaksi berbagai orang tak bisa kita kendalikan. Feliciano merekomendasikan untuk tetap fokus pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan.

“Apa yang biasanya saya arahkan pasien untuk pikirkan adalah, 'Oke, apa realita saya saat ini, apakah saya dalam skenario terburuk itu? Apakah saya tahu bahwa saya pasti telah menginfeksi orang-orang ini?” kata dia.

Beberapa orang mungkin marah dan menyalahkan Anda karena berpotensi menulari mereka. Namun demikian, menurut Feliciano, hal itu merupakan reaksi mereka karena ketakutan mereka sendiri,

“Dengan memberi tahu mereka tentang diagnosis Anda, Anda telah melakukan hal yang bertanggung jawab, Anda telah melakukan hal yang benar, Anda telah memerhatikan kesehatan mereka. Dan pada titik itu, itu bukan lagi masalah Anda. Mereka akan bereaksi dengan cara mereka sendiri,” jelas dia.

5. Jangan duduk sendiri dan menyalahkan diri sendiri
Merasa bersalah memang wajar. Di lain sisi, Feliciano mengatakan, menyalahkan diri sendiri dan orang lain yang mungkin telah menginfeksi Anda tidaklah membantu. Rasa bersalah bisa menjadi emosi produktif yang memotivasi orang untuk mengubah perilakunya, tapi mempermalukan bisa memiliki efek sebaliknya. Itu bisa mendemotivasi dan berbahaya.

Artikel Asli