Gus Jazil: Gresik Punya Banyak Potensi, Dari Industri Sampai Santri

Nasional | jawapos | Published at Senin, 16 November 2020 - 05:35
Gus Jazil: Gresik Punya Banyak Potensi, Dari Industri Sampai Santri

JawaPos.com – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, Gresik, Jawa Timur, merupakan kabupaten yang memiliki banyak potensi. Hal itu disampaikan saat dirinya melakukan tatap muka dengan berbagai tokoh masyarakat di kabupaten itu, (14/11).

Disebutkan politikus PKB yang biasa disapa Gus Jazil itu, Gresik telah ditetapkan sebagai daerah industri sehingga di kabupaten ini semua industri ada. “Di Kabupaten ini banyak pabrik yang memproduksi berbagai barang, dari barang ringan hingga berat,” ujar Gus Jazil.

Lebih lanjut dikatakan, Gus Jazil, semua aktivitas industri di Gresik untuk mensuplai kebutuhan nasional. Sebab, semua industri yang dibutuhkan bangsa ini ada di kabupaten ini. Sebab tak hanya kaya dengan indusrti. Kabupaten ini dilihat dari sosiologinya adalah masyarakat yang berakar dari kultur dan agamis.

“Dari sinilah Gresik disebut sebagai kota santri dan kota wali. Di sini banyak makam dari para penyebar agama Islam,” tambahnya.

Disampaikan kepada para tokoh masyarakat, tanggal 9 Desember 2020, di Gresik juga akan digelar Pilkada. Karena itu, agar Gresik menjadi kota idaman, karena itu calon bupati dan pasangannya harus mampu menunjukan Gresik sebagai kota industri sekaligus sebagai kota yang agamis.

“Calon bupati juga harus mempunyai tekad utuk berjuang agar pengangguran, kemiskinan  terus menurun. Agar semua memiliki harapan untuk bisa bekerja dan maju,” tambah pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik itu.

Tak hanya itu menurut Jazilul Fawaid, calon kepala daerah Gresik harus mengutamakan pelayanan kepada rakyat. Semua sektor seperti, pertanian, perikanan, dan UMKM perlu diprioritaskan.

“Ingat calon semua calon pemimpin harus mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi dan golongan. Rakyat tetap harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Demokrasi di Indonesia dengan sistem pemilihan langsung, Pemilu, di satu sisi menurut Jazilul Fawaid membuat hak semua orang sama. Tanpa memandang latar belakang, semua orang memiliki hak suara yang sama. Namun di sisi yang lain, sistem yang demikian mempunyai sisi-sisi kelemahan atau kekurangan.

“Ketika hal demikian terjadi di mana masyarakat tidak mampu namun diminta menyalurkan hak suaranya, maka di sini rentan dengan adanya transaksi uang atau money politik. Untuk itu bila mau politik kuat maka ekonomi harus kuat,” tegasnya.

Artikel Asli