Dorong Perlindungan Nyata bagi Kurir, Sahroni Minta Polisi dan Ekspedisi Berkolaborasi

Dorong Perlindungan Nyata bagi Kurir, Sahroni Minta Polisi dan Ekspedisi Berkolaborasi

Nasional | sindonews | Senin, 21 Juli 2025 - 17:35
share

Seorang sopir ekspedisi berinisial AR (42) dikeroyok oleh empat penerima paket yang dia antar saat mengantar paket sarang burung walet ke wilayah Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat. AR tewas beberapa hari setelah mengalami pengeroyokan tersebut.

Kasus itu pun menyita perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Politikus NasDem itu mengecam keras tindakan para pelaku.

Sahroni juga meminta polisi berkolaborasi dengan perusahaan ekspedisi guna menjamin keamanan pekerja kurir. “Ini tindakan yang sangat bar-bar dan sadis,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Baca juga: Tragis, Pengantar Paket COD Ditikam Konsumen yang Tak Mau Bayar

Menurut dia, polisi wajib jerat para pelaku dengan pasal penganiayaan berat serta pidana maksimal. “Kurir itu pekerja yang sah, dan mereka berhak mendapat perlindungan hukum,” ujarnya.

“Ke depan, saya minta agar kepolisian berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan ekspedisi untuk memastikan keselamatan kurir di lapangan, termasuk dalam hal penanganan konflik, pendampingan hukum, hingga SOP pengantaran. Jangan sampai mereka bekerja tanpa perlindungan yang jelas,” sambungnya.

Baca juga: Jabat Tangan Angela dan Kaesang di Penutupan Kongres PSI

Sahroni juga mengingatkan pentingnya kurir selaku pekerja, mengutamakan keselamatannya. Jika menemukan indikasi aksi kekerasan, untuk segera melapor ke polisi dan perusahaan.

“Bayangkan, hanya karena konflik kecil, seorang kurir dipukuli hingga meninggal. Maka saya imbau masyarakat untuk bisa lebih mengedepankan kepala dingin saat menghadapi konflik di lapangan,” ujar Sahroni.

“Sementara untuk para kurir, jangan paksakan diri jika situasi tidak aman. Kalau penerimanya bar-bar dan kasar, tinggalkan saja. Utamakan nyawa dan keselamatan. Lapor ke polisi dan perusahaan,” pungkasnya.

Diketahui, peristiwa pengeroyokan yang dialami seorang sopir ekspedisi itu bermula akibat cekcok korban dan pelaku penerima paket di telepon. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat (18/7/2025), menyebut saat ini pihaknya telah menangkap dua pelaku.

Topik Menarik