Guru Honorer hingga Relawan Kemanusiaan Diberangkatkan Umrah ke Tanah Suci
Sebanyak 80 jemaah Indonesia diberangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah. Mereka diberangkatkan oleh Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) PT Insight Investments Management (PT IIM). Sejak 2005 hingga saat ini, Reksa Dana Haji Syariah telah memberangkatkan lebih dari 1.000 jemaah haji dan umrah dari berbagai latar belakang, termasuk dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Termasuk mereka yang memiliki keterbatasan finansial, pra sejahtera namun memiliki kontribusi sosial.
Mereka bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga sosok-sosok yang memberi dampak di lingkungan sekitarnya. Seperti Salmin Danopa, pendamping desa dari Loloda Kepulauan, Halmahera Utara, yang mengabdi di pelosok sambil menggerakkan kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.
Selanjutnya, Martabatul Ngaliyah, guru honorer dari Muna Barat, Sulawesi Tenggara, yang aktif sebagai relawan kemanusiaan sejak mahasiswa dan tetap setia mengabdi bagi sesama.
Baca juga: Haji Jalur Laut Belum Jadi Agenda Resmi, Menag: Terbuka Peluang
Kisah mereka menegaskan investasi di Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) bukan sekadar berpotensi memberikan imbal hasil, tetapi juga membuka jalan ibadah dan membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan.Direktur PT IIM, Camar Remoa menyatakan pemberangkatan jemaah ini merupakan bagian dari komitmen PT IIM untuk menjadikan reksa dana sebagai instrumen investasi yang berdampak, dengan menjembatani antara pertumbuhan investasi dan dampak sosial serta keagamaan yang nyata sejalan dengan tagline PT IIM, Transforming Investments into Social Impact.
Baca juga: 3 Jenderal Densus 88 Antiteror Dimutasi Bersama 14 Perwira Lainnya
“Kami kembali diberi kesempatan untuk memberangkatkan jemaah umrah melalui program sosial yang terintegrasi dengan produk I-Hajj Syariah Fund. Ini adalah bentuk kepedulian sekaligus bagian dari komitmen kami untuk menjadikan reksa dana syariah sebagai instrumen yang berdampak. Harapannya, para jemaah yang berangkat dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk, mabrur ibadah umrahnya, dan semakin semangat dalam berbuat kebaikan di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing,” ujarnya, Senin (21/7/2025).
Camar menjelaskan I-Hajj Syariah Fund menjadi wujud nyata dari perpaduan antara investasi syariah dan semangat filantropi yang tidak hanya bertumpu pada potensi keuntungan finansial tapi juga memberikan akses spiritual dan pelayanan ibadah yang layak bagi masyarakat pra-sejahtera.
“Secara spiritual, program ini membuka akses ibadah umrah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk dari wilayah 3T dan mereka yang memiliki keterbatasan finansial atau pra-sejahtera,” katanya.Secara sosial, program ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada individu yang telah berkontribusi positif di lingkungannya, seperti guru mengaji, relawan, dan tokoh masyarakat. Sementara itu, secara keuangan, I-Hajj Syariah Fund turut mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah dengan menghadirkan produk investasi yang halal, aman, dan berdampak sosial,” tuturnya.
“Kepercayaan masyarakat terhadap Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) terus bertumbuh dari waktu ke waktu, seiring meningkatnya partisipasi investor yang melihat nilai kebermanfaatan dari produk ini, sebagai sarana investasi yang aman sekaligus berdampak. Kinerja yang stabil turut menjadi fondasi utama keberlangsungan program pemberangkatan jamaah haji umrah yang rutin dilakukan setiap tahunnya,” katanya.









