Menteri Teuku Riefky Hadiri Festival Ronthek Pacitan: Kolaborasi Seni Tradisi dan Ekonomi Kreatif dari Daerah

Menteri Teuku Riefky Hadiri Festival Ronthek Pacitan: Kolaborasi Seni Tradisi dan Ekonomi Kreatif dari Daerah

Nasional | sindonews | Senin, 7 Juli 2025 - 19:43
share

Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri Festival Ronthek di Pacitan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu, 5 Juli 2025. Dia mengapresiasi festival yang tahun ini digelar ke-13 kalinya sebagai kolaborasi seni tradisi dan ekonomi kreatif dari daerah.

"Festival ini mencerminkan kekuatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Ini adalah contoh bagaimana subsektor seni pertunjukan dan musik bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah," kata Riefky.

Festival yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Pacitan itu mengusung tema 'Pacitan Sumandhang Nugraha' dan tagline '70 Miles Sea Paradise'. Ronthek merupakan seni pertunjukan khas Pacitan yang berakar dari budaya ronda sahur di bulan Ramadan.

Baca juga: Menteri Teuku Riefky Dukung Polri Hadirkan Harmoni dalam Masyarakat

Alat musiknya terbuat dari bambu, dimainkan dengan cara dipukul. Kini, ronthek berkembang menjadi festival seni tahunan yang memadukan unsur musik, tari, dan kreativitas lokal.

Riefky menuturkan, Festival Ronthek merupakan perpaduan dengan ekonomi kreatif dari berbagai subsektor dan telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) sejak 2023 dan kembali masuk dalam daftar KEN 2025. Peserta dari 12 kecamatan se-Kabupaten Pacitan dan 3 kelompok pelajar setingkat SMA menampilkan pertunjukan seni dalam acara tersebut.

Selain itu, festival ini juga dirangkaikan dengan pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM lokal dalam bagian Pasar Krempyeng yang menampilkan potensi dari berbagai subsektor yang ada di Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada 5-7 Juli 2025 mulai pukul 19.00 WIB setiap malam.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono yang turut hadir menyampaikan pentingnya menjaga dan mengembangkan kreativitas generasi muda melalui budaya. Dia menilai festival seperti ini harus terus diberdayakan.

“Di tanah 70 Miles of Paradise ini, kita tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga kekayaan seni pertunjukan yang terus diberdayakan dan dikembangkan,” kata pria yang akrab disapa Ibas itu.

Festival ini menjadi contoh nyata penerapan kolaborasi hexahelix antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri kreatif, akademisi, komunitas, media, serta dunia usaha dalam mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif di tingkat lokal. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, dan jajaran pejabat daerah Kabupaten Pacitan.

Topik Menarik