Yuk Simak, Bacaan Hukum Tajwid Surat An Nisa Ayat 7
JAKARTA, iNewsKarawang.id-Bagi kaum muslimin, baacaan hukum tajwid surat An Nisa ayat 7 penting diketahui. Pasalnya ayat ini menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama dalam warisan, sesuai bagian yang telah ditentukan oleh syariat.
Terlebih, hal ini merupakan revolusi sosial besar saat Islam datang, karena pada masa jahiliyah perempuan tidak memperoleh warisan sama sekali. Islam telah mengatur sistem pembagian warisan (ilmu faraid) secara rinci. Tidak boleh dibagi seenaknya, harus mengikuti aturan syar’i.
Menurut keterangan yang dilansir dari berbagai sumber pada Rabu (30/4/2025), redaksi Yutelah merangkum bacaan hukum tajwid surat An Nisa ayat 7, sebagai berikut.
Tajwid Surat An Nisa Ayat 7
Hukum Tajwid dalam Ayat Ini:
Berikut penjabaran beberapa contoh hukum tajwid yang terdapat dalam ayat ini:
1. Idgham Syamsiyyah:
ÙÙÙØ±ÙÙØ¬ÙاÙÙ
Huruf lam bertemu dengan ra (ر) yang bertasydid → Idgham Syamsiyyah
Dibaca: "lir-rijÄli"
2. Ghunnah Musyaddadah:
Ù ÙÙÙ ÙÙØ§
Polda Lampung Gerebek 3 Gudang BBM Ilegal di Pesawaran, Rugikan Negara hingga Rp160 Miliar
Dua huruf mim yang bertasydid → Ghunnah Musyaddadah (dengung kuat)
Dibaca: "mimmÄ" dengan dengungan.
3. Idgham Bighunnah:
Ù ÙÙÙÙÙ
Nun sukun (ÙÙ) bertemu huruf ha (Ù) bukan termasuk huruf idgham, jadi ini Izhar Halqi, bukan idgham.
Tapi dalam ÙÙØµÙÙØ¨ÙÛ Ù ÙÙÙ ÙÙØ§, ada nun tanwin bertemu mim, sehingga → Idgham Bighunnah
4. Izhar Halqi:
Ù ÙÙÙÙÙ
Nun sukun bertemu huruf ha (Ù) → Izhar Halqi (jelas).
Dibaca: "minhu"
5. Mad Thabi’i:
ÙÙØµÙÙØ¨ÙÛ, ÙÙÙÙÙ, ÙÙØ«ÙرÙ
Setiap huruf yang memiliki harakat panjang (fatha + alif, kasrah + ya, dhammah + wau) → Mad Thabi’i
6. Waqaf (tanda berhenti):
Tanda Û dalam ayat ini menunjukkan tempat waqaf (berhenti) yang disarankan.










