Arya Sinulingga Sebut Komunikasi Efektif Harus Terdesentralisasi

Arya Sinulingga Sebut Komunikasi Efektif Harus Terdesentralisasi

Nasional | sindonews | Senin, 24 Februari 2025 - 19:34
share

Komunikasi yang kuat dan strategis menjadi kunci keberhasilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjaga kepercayaan publik dan menjalankan perannya sebagai agen pembangunan.

Di era digital, komunikasi yang efektif tidak hanya terpusat pada kantor pusat atau tim humas di tingkat korporasi, tetapi harus merata hingga ke setiap unit kerja. “Namanya komunikasi, yang paling baik adalah desentralisasi. Harus membuat komunikasi sampai dengan level terbawahnya,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Senin (24/2/2025).

Dengan sistem komunikasi yang terdesentralisasi, kata Arya, setiap unit di BUMN memiliki pemahaman yang sama dalam menyampaikan pesan kepada publik. Ini akan memastikan bahwa informasi yang diberikan akurat, transparan, dan konsisten, sesuai dengan strategi komunikasi perusahaan. Sebaliknya, kesalahan dalam komunikasi bisa berdampak besar bagi perusahaan. “Salah komunikasi akan membuat goyah sebuah lembaga atau perusahaan. Komunikasi itu pentingnya bukan main. Di samping itu, kesalahan komunikasi dapat menghilangkan opportunity perusahaan,” kata Arya.

Karena itu, setiap individu yang bertanggung jawab atas komunikasi di BUMN perlu memahami pentingnya menyampaikan pesan dengan benar dan tepat sasaran. Untuk memperkuat strategi komunikasi hingga ke level terbawah, Kementerian BUMN menggelar workshop Komunikasi dan Optimasi AI untuk Media Sosial di Bandung pada 21-22 Februari 2025. Workshop ini diikuti oleh 121 peserta yang terdiri dari perwakilan tim komunikasi dan pengelola media sosial di berbagai BUMN. Kegiatan ini juga mencakup site visit ke PT Pos Indonesia serta kunjungan ke dua UMKM binaan Rumah BUMN, yaitu Kampung Radjoet (Rumah BUMN Pertamina) dan Batik Dama Karya (Rumah BUMN BRI). Menurut Arya, workshop ini menandai perubahan pola komunikasi di lingkungan BUMN. “Jika dulu tahun lalu kita ngomongin sosial media rangers, kalau sekarang kita sudah masuk kepada supaya semua BUMN, sampai cabang-cabangnya, ngomongin komunikasi. Karena BUMN ini punya potensi besar untuk komunikasi,” katanya.

Topik utama yang dibahas dalam workshop ini antara lain desentralisasi komunikasi di lingkungan BUMN untuk memastikan keselarasan pesan dari pusat hingga cabang dan unit terkecil, strategi komunikasi digital berbasis AI guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyampaian informasi.

Kemudian storytelling dan branding BUMN di media sosial sebagai upaya membangun citra positif perusahaa, pemanfaatan AI dalam pembuatan dan distribusi konten agar komunikasi lebih cepat dan berbasis data, dan best practice dalam pengelolaan komunikasi lintas unit di BUMN. Sebagai bagian dari workshop, peserta juga melakukan site visit ke PT Pos Indonesia untuk memahami lebih dalam transformasi digital dan strategi komunikasi perusahaan dalam menghadapi perubahan industri.

Selain itu, peserta juga mengunjungi dua UMKM binaan Rumah BUMN, yaitu Kampung Radjoet (Rumah BUMN Pertamina), yang dikenal sebagai sentra kerajinan rajut khas Bandung dengan produk unggulan hasil kreativitas masyarakat lokal, Batik Dama Karya (Rumah BUMN BRI), yang mengusung batik sebagai warisan budaya dengan sentuhan inovasi dalam desain dan teknik pewarnaan.

Melalui kunjungan ini, peserta mendapatkan wawasan langsung tentang bagaimana BUMN tidak hanya membangun komunikasi digital yang kuat, tetapi juga berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program-program binaan. Workshop ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh BUMN untuk menerapkan strategi komunikasi yang lebih inovatif dan memanfaatkan AI guna meningkatkan kualitas serta jangkauan komunikasi digital.

Dengan komunikasi yang lebih terbuka, transparan, dan terintegrasi dari pusat hingga ke level terbawah, BUMN dapat semakin dekat dengan masyarakat serta memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan, sejalan dengan visi transformasi digital yang diusung oleh Kementerian BUMN.

Topik Menarik