12 Fakta Hasil Investigasi Kebakaran Rumah Wartawan Tribrata TV Tewaskan 4 Orang Sekeluarga

12 Fakta Hasil Investigasi Kebakaran Rumah Wartawan Tribrata TV Tewaskan 4 Orang Sekeluarga

Nasional | okezone | Rabu, 3 Juli 2024 - 08:29
share

SEJUMLAH fakta terbaru terungkap di balik kebakaran rumah wartawan Tribrata TV, Sempurna Pasaribu (48) di Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis 27 Juni 2024 malam.

Peristiwa yang menewaskan empat orang sekeluarga yakni Sempurna Pasaribu istrinya Elfrida boru Ginting (48), sang anak Sudi Investasi Pasaribu (12), dan cucunya Loin Situkur berusia 3 tahun itu diduga melibatkan aparat keamanan.

Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) baru saja melakukan investigasi bersama untuk menguak tabir peristiwa tersebut untuk membuka mata publik dan aparat penegak hukum agar mau mengusut tuntas kasus tersebut. Ditemukan sederet kejanggalan dan ada kaitannya dengan pemberitaan oleh korban.

Berikut fakta-fakta kebakaran rumah wartawan Tribrata TV yang menewaskan Sempurna Pasaribu sekeluarga di Karo, hasil investigasi KKJ Sumatera Utara.

Unsur dari KKJ

Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara terdiri dari lembaga profesi jurnalis seperti AJI Medan, IJTI Sumut, PFI Medan dan FJPI. Mereka telah melakukan verifikasi dan pendalaman terkait kasus kebakaran rumah yang menewaskan Rico Sempurna Pasaribu di Karo.

Hasil investigasi

Dari hasil investigasi bersama yang dilakukan KKJ Sumut, ditemukan sejumlah fakta bahwa kasus kebakaran yang menewaskan wartawan Tribrata TV dan keluarganya ini terjadi setelah korban memberitakan perjudian yang ada di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

 BACA JUGA:

Keterlibatan aparat keamanan

Dalam pemberitaan yang dimuat korban, dijelaskan ada keterlibatan oknum aparat berinisial HB dalam pengelolaan judi. Sebelum kebakaran terjadi, ada rentetan kasus antara Sempurna Pasaribu dengan oknum aparat diduga berinisial HB tersebut.

Awal mula masalah dengan aparat

Masalah bermula ketika anggota ormas, yang biasa duduk di warung tempat perjudian memohon pada korban, agar namanya ikut mendapatkan jatah/uang perjudian, karena selama ini korban juga sering mendapatkan jatah uang mingguan judi dari oknum aparat tersebut.

Atas hal itu, korban kemudian menyampaikan permintaan anggota ormas ini pada oknum pengelola judi. Saat itu, oknum itu mengacuhkan pesan yang disampaikan oleh Sempurna Pasaribu.

Lalu, Sempurna kembali menyampaikan hal serupa kepada oknum tadi, agar anggota ormas yang merupakan pemuda setempat itu diberikan sedikit uang bulanan.

Diprovokasi anggota ormas

Atas permintaan tersebut, oknum pengelola judi lantas memberikan Rp 100 ribu pada anggota ormas tersebut. Namun anggota ormas ini merasa tersinggung, karena alasan bahwa oknum pengelola judi telah mengacuhkan dan meremehkan dirinya.

Anggota ormas ini lantas memprovokasi Sempurna Pasaribu, hingga korban kemudian memberitakan lokasi perjudian yang ada dekat asrama aparat. Bahkan, Sempurna menulis nama lengkap oknum itu dalam pemberitaan, dan membuat status di media sosial Facebook miliknya.

Media korban diintimidasi aparat

Dari informasi yang didapat, bahwa setelah berita tayang, ada oknum aparat yang menghubungi atasan korban, minta agar berita yang tayang segera ditakedown.

Hanya saja, pihak perusahaan tidak mendelete berita itu. Setelahnya, ada juga diduga petugas kepolisian sempat menghubungi perusahaan online tempat korban bekerja, meminta agar pemberitaan dibuat secara halus.

Berita dimaksud adalah peristiwa demo organisasi keagamaan di Kabupaten Karo, yang menuntut agar Kapolres Karo dicopot lantaran maraknya judi, prostitusi dan narkoba.

Korban tak berani pulang ke rumah

Setelah pemberitaan muncul, pimpinan media Tribrata TV sempat menghubungi Sempurna Pasaribu. Korban bilang, saat itu dirinya aman-aman saja. Namun, korban bercerita pada teman-temannya, bahwa dirinya merasa was-was setelah pemberitaan tersebut. Ia dan rekannya kemudian mendapatkan ‘warning’ dari ketua ormas di Kabupaten Karo, bahwa mereka sedang diikuti.

Ketua ormas yang mengenal korban meminta agar Sempurna Pasaribu dan temannya untuk tidak pulang ke rumah. Sehingga korban memutuskan untuk tak kembali ke kediamannya selama beberapa hari. Korban juga sempat mengaku pada temannya ingin menginap di Polres Karo demi keamanan dirinya.

Korban tak bisa dihubungi

Karena alasan ini pula, korban tak bisa dihubungi. Korban kemudian menyampaikan pada pimpinannya, bahwa HP miliknya terjatuh. Fakta lain terungkap, bahwa sebelum rumah korban terbakar, ternyata Sempurna Pasaribu sempat bertemu dengan oknum aparat berinisial HB tersebut.

Korban ditemani oleh rekannya untuk membicarakan masalah berita judi yang naik di media online Tribrata TV. Dalam pertemuan itu, HB meminta agar berita yang sudah tayang segera dihapus. HB juga meminta kepada korban agar postingan yang ada di media sosial juga segera didelete.

Topik Menarik