Respons SYL Dituntut 12 Tahun Penjara: Jaksa Tidak Pertimbangkan Kinerja Saya

Respons SYL Dituntut 12 Tahun Penjara: Jaksa Tidak Pertimbangkan Kinerja Saya

Nasional | okezone | Sabtu, 29 Juni 2024 - 11:22
share

 

JAKARTA - Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) tidak terima dituntut 12 tahun penjara oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Kementan.

SYL menyinggung kinerjanya selama menjabat Mentan. Menurutnya, tuntutan yang diajukan tim jaksa tanpa mempertimbangkan kinerjanya untuk negara ketika memimpin Kementan. Apalagi, ia mengklaim pernah membawa Indonesia keluar dari krisis saat pandemi Covid-19. 

"Tuntutan JPU yang 12 tahun untuk saya, saya melihat tidak mempertimbangkan situasi yang kami hadapi di mana Indonesia dalam posisi ancaman yang luar biasa," kata SYL di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 28 Juni 2024.

Lebih lanjut, SYL juga menyinggung arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pandemi Covid-19. Dia mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi pernah meminta dirinya untuk mengambil langkah luar biasa atau extra ordinary untuk mengatasi kondisi tersebut. 

“Saat itu, presiden sendiri menyampaikan dalam pidatonya bahwa ada kurang lebih 340 juta orang di dunia yang akan kelaparan dan saya diminta untuk melakukan sebuah langkah extra ordinary. Saya lihat ini semua tidak dipertimbangkan apa yang kita lakukan pada saat itu,” kata SYL.

Selain itu, mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) ini juga menyinggung kondisi Indonesia yang dihantam El Nino dan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menjangkit hewan serta berbagai kebutuhan pangan yang melonjak.

“Harga kedelai naik, tahu naik, harga tempe naik, itu kan terjadi. Saya manuver ke sana, sekarang saya dipenjarakan 12 tahun, dituntut 12 tahun, itu langkah extra ordinary. Itu bukan untuk kepentingan pribadi saya," ungkapnya.

Topik Menarik