OIKN Optimistis Pemindahan Perdana ASN ke IKN Bisa Dimulai September

OIKN Optimistis Pemindahan Perdana ASN ke IKN Bisa Dimulai September

Nasional | sindonews | Jum'at, 21 Juni 2024 - 18:28
share

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) optimistis pemindahan perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Jakarta ke IKN bisa dimulai September 2024. OIKN menegaskan pembangunan IKN sudah berjalan sesuai target.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan OIKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi menuturkan bahwa per Kamis, 20 Juni 2024 progres pembangunan IKN sudah mencapai 84.Baca juga:Video WNA yang Sebut IKN Kota Koruptor Dinilai Hoaks, Ini Alasannya

"Kami optimis. Kami juga bersiap terhadap pemindahan awal September 2024 nanti di mana akan menyambut Apartur Sipil Negara di ibu kota baru ini. Kami yakin semua target dapat terselesaikan dan diharapkan semua target dapat terpenuhi," ujar Thomas, Jumat (21/6/2024).

Pada Kamis, 20 Juni 2024 OIKN bersama Komisi VII DPR meninjau progres pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan mengevaluasi kesiapan pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun ke-79 Indonesia di Kawasan Nusantara. Thomas menuturkan, PLN telah membangun infrastruktur ketenagalistrikan di IKN dengan konsep green, smart, and beautiful.

PLN Nusantara Power tengah menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 50 MW di IKN. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 80 hektare. Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto mengatakan IKN adalah smart city dan green city yang memanfaatkan energi terbarukan.

"Ini bagian dari komitmen kita dalam konteks net zero emission. Sehingga IKN ini kita cek apakah betul membangun dengan konsep-konsep tersebut dilaksanakan," kata Sugeng dikutip dari laman resmi DPR.

Sugeng mengatakan, progres pembangunan PLTS di IKN sudah berjalan sebesar 10 MW dari total target 50 MW. Komisi VII DPR juga menyoroti TKDN dalam pembangunan IKN.

Baca juga:Satu Lagi Masalah IKN Terungkap, Kali Ini Terkait Rusun ASN

Sebab, total APBN yang dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur per 2024 sudah mencapai kurang lebih Rp37 triliun. "Kita menyaksikan langsung di lapangan memang telah terjadi bagaimana membangun IKN secara masif 24 jam terus dikerjakan," pungkas Sugeng.

Topik Menarik