Indofarma Terjerat Pinjol, Rieke Diah: Astaghfirullah, MasyaAllah

Indofarma Terjerat Pinjol, Rieke Diah: Astaghfirullah, MasyaAllah

Nasional | sindonews | Jum'at, 21 Juni 2024 - 17:45
share

Anggota DPR Rieke Diah Pitaloka terheran-heran dan kaget ketika mengetahui perusahaan BUMN PT Indofarma melakukan pinjaman online (pinjol). Hal itu terungkap ketika Holding BUMN Farmasi mengajukan tambahan Pernyataan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,2 triliun.

Dalam rapat bersama Komisi VI DPR Rieke tak setuju dengan usulan tersebut. Dia menyebut serangkaian permasalahan di tubuh Indofarma saja sejauh ini belum terselesaikan.

"Sekitar berapa Bapak. izin ya pimpinan. Rp2,21 triliun atau Rp2,2 triliun. PMN itu sumbernya dari APBN, saya merasa tidak bisa menyetujui dengan persoalan di holding perusahaan yang masih berantakan seperti ini," kata Rieke dalam tayangan TikTok di akun pribadi @Riekediahp_official dikutip, Jumat (21/6/2024).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu lantas mendetailkan permasalahan di dalam Indofarma, yang mengakibatkan total kerugian sebesar Rp459,6 miliar. Kerugian tersebut diakibatkan karena adanya transaksi jual beli fiktif. "Kemudian menempatkan dana deposito atas nama pribadi. Melakukan pinjaman online alias pinjol," sambungnya.

Rieke lantas mempertanyakan adanya permasalahan pinjol, apakah Indofarma melakukan pinjol atau dana dari Indofarma digunakan untuk pinjol?

Direktur Utama Indofarma Yeliandriani yang hadir dalam rapat tersebut lantas menjelaskan kalau perusahaan selama ini melakukan Pinjol atas nama karyawan. "Beberapa pertanyaan tentang Pinjol, perusahaan meminjam ke pinjol dengan meminjam nama nama karyawan," ujar Yeliandriani.

Sontak jawaban Yeliandriani membuat seisi ruang rapat merasa kaget.

Baca juga: Indofarma Cicil Gaji Karyawan, Staf hingga Direksi Cuma Dapat 50

"Astaghfirullah, masyaAllah," ujar Rieke.

Atas permasalahan tersebut, Rieke menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum di negeri ini. "Kita memberikan dukungan penuh kepada institusi penegak hukum untuk ditelusuri dan kemudian siapapun yang terlibat dan tidak pandang bulu saya kira," katanya.

Topik Menarik