Akibat cuaca panas ekstrem, Puluhan Jamaah Haji Meninggal di Jalan, Kemenag: Bukan Jamaah Indonesia

Akibat cuaca panas ekstrem, Puluhan Jamaah Haji Meninggal di Jalan, Kemenag: Bukan Jamaah Indonesia

Nasional | karawang.inews.id | Jum'at, 21 Juni 2024 - 07:51
share

JAKARTA, iNewsKarawang.id- Akibat cuaca panas ekstrem, puluhan jenazah jamaah haji tergeletak dan terlantar di jalanan Mina, Arab Saudi,viral di media sosial X.

"Video viral yang beredar tersebut tidak terjadi pada jenazah jamaah haji Indonesia,"ungkap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag, Hilman Latief di Makkah pada Kamis (20/6/2024).

"Gambar itu yang beredar tidak mencerminkan yang terjadi pada jemaah kita," tambahnya.

Ia memastikan, petugas haji selalu siap membantu dan menolong jamaah yang membutuhkan bantuan.

"Jumlah jamaah yang wafat banyak, tapi tak sebanyak tahun lalu. Tapi video yang tersebar itu bukan terkait dengan jamaah kita. Ada dugaan jamaah dibiarkan. Yang ada petugas haji kita full team. Ada beberapa spot di sana dan langsung ditangani,” tandasnya.

Sekadar diketahui, 550 jamaah haji dilaporkan tewas akibat cuaca panas ekstrem di Arab Saudi selama musim Haji 2024. Jumlah yang meninggal diperkirakan masih akan bertambah ke depan.

Gelombang panas ekstrem juga membuat ribuan orang mengalami heatstroke. Pihak berwenang Saudi melaporkan mereka merawat lebih dari 2.000 jemaah yang menderita heatstroke.

Data korban tewas dan jumlah jamaah haji yang mengalami heatstroke diperkirakan akan bertambah setelah datanya sudah diperbaharui.

Setidaknya 323 dari mereka yang meninggal adalah warga Mesir, sebagian besar dari mereka menderita penyakit yang berhubungan dengan panas, kata dua diplomat Arab yang mengoordinasikan tanggapan negara mereka kepada AFP.

"Semua dari mereka (warga Mesir) meninggal karena kepanasan” kecuali satu orang yang mengalami luka fatal dalam kerumunan kecil, kata salah satu diplomat, seraya menambahkan bahwa jumlah total tersebut berasal dari kamar mayat rumah sakit di lingkungan Al-Muaisem di Makkah.

Setidaknya 60 warga Yordania tewas, kata para diplomat, naik dari penghitungan resmi sebanyak 41 orang yang sebelumnya diumumkan Amman pada Selasa, (18/6).

Kematian baru ini menjadikan total kematian yang dilaporkan sejauh ini oleh beberapa negara menjadi 577 orang, menurut penghitungan AFP.

Para diplomat mengatakan total jenazah di kamar mayat di Al-Muaisem, salah satu kamar mayat terbesar di Mekkah, adalah 550 orang.

Topik Menarik