Jejak Hayam Wuruk Raja Majapahit yang Lahir saat Gunung Kelud Erupsi

Jejak Hayam Wuruk Raja Majapahit yang Lahir saat Gunung Kelud Erupsi

Nasional | okezone | Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:23
share

KEJAYAAN Kerajaan Majapahit tak bisa dilepaskan dari nama Hayam Wuruk . Sosoknya menjadi raja disegani kala memimpin Kerajaan Majapahit, usai menggantikan ibu kandungnya Tribhuwana Tunggadewi yang mengundurkan diri.

Naik tahta di usia muda ternyata tak membuat Hayam Wuruk canggung. Dibantu Mahapatih Gajah Mada, Majapahit menjelma sebagai kerajaan besar di Nusantara. Apalagi Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada, membuat Majapahit berambisi menyatukan nusantara.

Penyatuan wilayah-wilayah saat itu konon tercantum dalam dua karya agung Kakawin Nagarakretagama dan Sutasoma, karangan dari Mpu Prapanca. Dari dua kitab kuno itulah diperoleh siapa sosok Hayam Wuruk itu.

Momen Raja Hayam Wuruk Kelola Pajak Rakyat untuk Perang hingga Gaji Pegawai Istana Majapahit

"Hayam Wuruk yang namanya bermakna ayam terpelajar itu merupakan putra Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Kertawardhana Bhre Tumapel (Cakradara)," demikian dikutip dari buku "13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa".

Dengan demikian, Hayam Wuruk yang bernama Raden Tetep (versi Pararaton) atau Wu-lao-po- wu (versi Kronik Cina) merupakan cucu dari Dyah Wijaya dan Gayatri dari garis ibu, atau cucu dari Kebo Anabrang dari garis ayah. Catatan yang menarik dari Hayam Wuruk adalah semasa kelahirannya.

Berkembangnya Kerajaan Hindu Pertama di Aceh Semasa Majapahit Era Hayam Wuruk

Hayam Wuruk yang kelak menjadi raja tersohor di Majapahit itu terlahir di muka bumi bersama peristiwa meletusnya Gunung Kelud dan gempa bumi di Panbanyu pada tahun 1334 M. Kelahiran Hayam Wuruk juga ditandai dengan pengikraran Sumpah Palapa dari Patih Amangkubhumi Gajah Mada.

Topik Menarik