4 Letjen TNI Aktif yang Pernah Jabat Danjen Kopassus, Nomor 1 Ditugaskan Jadi Wagub Lemhannas

4 Letjen TNI Aktif yang Pernah Jabat Danjen Kopassus, Nomor 1 Ditugaskan Jadi Wagub Lemhannas

Nasional | sindonews | Jum'at, 14 Juni 2024 - 05:50
share

Sebanyak empat sosok Letnan Jenderal (Letjen) TNI alias jenderal bintang tiga aktif merupakan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) . Berkarier cemerlang, mereka menduduki sejumlah posisi strategis saat ini.

Mereka ditugaskan ditempat yang beragam mulai dari Kementerian/Lembaga, Markas Besar TNI, dan Markas Besar TNI AD. Dalam kariernya keempat eks Danjen Kopassus ini pernah menduduki sejumlah jabatan penting.

Melihat usianya dan kemampuannya, bukan tak mungkin salah satu dari empat nama tersebut akan menyandang pangkat bintang empat alias Jenderal. Mengikuti jejak pendahulunya yang berhasil menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) seperti Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo.

4 Letjen TNI Aktif yang Pernah Jadi Danjen Kopassus

1. Letjen TNI Eko Margiyono

Eko Margiyono merupakan sosok Danjen Kopassus ke-30 yang saat ini menyandang pangkat Letjen TNI. Pria kelahiran Semarang 12 Mei 1967 ini menduduki jabatan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Dia mulai menjabat sebagai Wakil Gubernur Lemhannas sejak 22 Maret 2024. Dia mengisi posisi yang ditinggalkan Laksamana Madya TNI Maman Firmansyah.

Eko Margiyono merupakan lulusan Akmil 1989 yang memiliki karier militer cemerlang di tubuh TNI. Dia merupakan lulusan Infanteri (Kopassus).

Selama berkarier di Kopassus, Eko Margiyono banyak menjalani medan penugasan penting, di antaranya di Timor-Timur, Papua, dan Aceh. Termasuk penugasan ke sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

Dalam perjalanan kariernya sebagai perwira TNI, Eko Margiyono telah menduduki sejumlah posisi penting di tubuh TNI. Karier Eko Margiyono mulai menanjak setelah menjabat Komandan Group A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada tahun 2010-2012.

Dua tahun kemudian, suami dari dr Retno Adiatik ini dipercaya menjadi Asops Kasdam Jaya pada 2012-2014. Setelah itu, Eko Margiyono mendapat amanah memimpin sejumlah Komando Resor Militer (Korem), yakni Danrem 061/Surya Kencana (2014), dan Danrem 033/Wira Pratama (2014-2015).

Tak lama mengomandoi Korem 033/Wira Pratama, Eko Margiyono terus menapak karier menjadi Waasops KSAD pada 2015-2017. Dari sini, Eko Margiyono mulai menduduki jabatan penting di tubuh TNI AD.

Pada tahun 2015, Eko Margiyono ditunjuk menjadi Kasdam Jaya hingga tahun 2017. Selanjutnya, pada 27 Oktober 2017, Eko Margiyono dipercaya menjabat Gubernur Akmil hingga 2018.

Melalui Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 196/III/2018, Eko Margiyono yang saat itu berpangkat Mayjen dipercaya menduduki posisi Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI Madsuni. Setahun kemudian, dia dimutasi menjadi Pangdam Jaya.

Kariernya semakin bersinar ketika mendapat promosi menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-41 pada Juli 2020. Sekaligus mengantarkannya menyandang pangkat Letjen TNI.

Pada Mei 2021, Eko Margiyono lantas dimutasi menjadi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI menggantikan Letjen TNI Ganip Warsito. Selanjutnya, dia diberi amanat menduduki jabatan Komandan Kodiklat TNI (Dankodiklat TNI) pada Januari 2023 dan akhirnya diangkat menjadi Wakil Gubernur Lemahannas tahun ini.

2. Letjen TNI I Nyoman Cantiasa

Berikutnya ada nama Letjen TNI I Nyoman Cantiasa yang merupakan Danjen Kopassus ke-31 dengan masa jabatan 25 Januari 2019 hingga 26 Agustus 2020. Dia saat ini menduduki jabatan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN).

Bertugas sejak 9 November 2023, Cantiasa ditunjuk menggantikan Letjen TNI Teddy Lhaksmana Widya Kusuma yang memasuki masa pensiun. Karier tentara kelahiran Buleleng Bali tersebut cukup moncer.

Sebelum menjabat sebagai Waka BIN, Cantiasa adalah Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Koorsahli KSAD) dari 15 Mei 2023 hingga 9 November 2023. Pati TNI AD yang berpengalaman dalam Infanteri (Kopassus) ini juga pernah menduduki jabatan bergengsi lainnya.

Mulai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) dan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari. Cantiasa juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer XVIII/Cenderawasih sejak Desember 2017 hingga November 2018. Sebelumnya, ia juga menjabat Danrem 173/Praja Vira Braja dan Kasdam XVII/Cenderawasih.

Jenderal bintang tiga ini merupakan lulusan terbaik di Akademi Militer (Akmil) tahun 1990. Cantiasa juga tercatat sebagai siswa dengan karya tulis terbaik saat mengikuti Pendidikan Reguler (Dikreg) XLI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI tahun 2014.

Cantiasa pernah terpilih menjadi Komandan upacara penurunan Sang Merah Putih saat masih berpangkat Kolonel. Ia menjadi komandan dalam kegiatan HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2013.

Sebagai prajurit Korps Baret Merah, Cantiasa pernah mendapat tugas membebaskan sandera di Irian Jaya saat masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) Infanteri dan menjabat sebagai Wakil Komandan Sub Tim Detasemen 81 (Penanggulangan Teror) atau Sat-81/Gultor Kopassus. Cantiasa dan prajurit Kopassus lainnya berhasil menyelesaikan tugas tersebut pada 9 Mei 1996 setelah menyerbu ke markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Desa Geselama, Mimika.

3. Letjen TNI Teguh Muji Angkasa

Teguh Muji Angkasa merupakan Danjen Kopassus ke-33 yang menyandang pangkat Letjen TNI saat ini. Pati TNI AD ini dipercaya menduduki jabatan Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri TNI Angkatan Darat (Danpussenif TNI AD) sejak 21 Februari 2024.

Sebelum menjabat Danpussenif TNI AD, Teguh Muji mejabat Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad). Dia menggatikan Letjen TNI Teguh Arief Indratmoko yang digeser menjadi Danjen Akademi TNI.

Teguh merupakan lulusan Akademi Militer (1989) yang berasal dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Sebagian besar kariernya memang dihabiskan di pasukan elite AD tersebut.

Semasa perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel (Letkol), dia ditugasi sebagai Kepala Penerangan Kopassus. Setelah itu menjadi Asisten Intelijen Danjen Kopassus pada 2011-2013. Melati di pundaknya bertambah satu alias Kolonel.

Kariernya berlanjut di luar Kopassus dengan menjabat Asisten Intelijen Kasdam V/Brawijaya, berlanjut Perwira Bantuan I/Ren Spamad (2014-2015), dan Perwira Bantuan VI/Minitel Spamad (2015-2016). Teguh pecah bintang (Brigjen) saat kembali ke Cijantung, Jakarta dengan menjabat sebagai orang nomor dua di Korps Baret Merah alias Wadanjen Kopassus.

Hanya sekitar setahun dia di posisi itu, Teguh dipromosikan sebagai Komandan Korem 161/Wira Sakti (2017-2018). Portofolionya makin beragam saat diplot sebagai Kasdam IV/Diponegoro, kemudian Perwira Staf Ahli Tingkat II KSAD Bidang Was Eropa dan Amerika (2020).

Bintang emas di pundaknya bertambah satu saat menjabat sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III KSAD Bidang Politik Keamanan Nasional pada kurun 2020-2021. Nama Teguh sebenarnya sempat hilang ketika dia dimutasi sebagai Dosen Universitas Pertahanan. Namun secara mengejutkan dia kembali mencorong saat dipromosikan sebagai Danjen Kopassus.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1029/XI/2021 tertanggal 17 November 2021 tentang Pemberhentian dari/dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, Teguh ditunjuk menggantikan Mayjen TNI Mohammad Hasan yang diberi mandat baru sebagai Pangdam Iskandar Muda.

Tapi kejutan tidak berhenti sampai di situ. Hanya dua bulan memegang tongkat komando Kopassus, dia dipindah. Pemegang Brevet Airborne ini pada Januari 2022 digeser sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih. Secara kepangkatan, Teguh tetap bintang dua. Namun mutasi ini dapat diartikan sebagai promosi karena dia memegang komando kewilayahan (territorial).

Hanya tujuh bulan di Bumi Cenderawasih, kariernya menjulang lagi. Teguh ditunjuk Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa kala itu sebagai memimpin Pusterad, salah satu badan pelaksana pusat di tingkat Mabesad dan berkedudukan langsung di bawah KSAD. Hingga akhirnya dimutasi menjadi Danpussenif TNI AD.

4. Letjen TNI Widi Prasetijono

Selanjutnya ada nama Letjen TNI Widi Prasetijono yang merupakan Danjen Kopassus ke-34 yang menduduki posisi Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Dankodiklatad) saat ini. Menjabat sejak 24 Desember 2023, Widi menggantikan posisi yang sebelumnya diisi Letjen TNI Arif Rahman.

Widi Prasetijono merupakan Letjen TNI termuda yang dimiliki TNI AD saat ini. Pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur 4 Juni 1971 ini baru berusia 53 tahun beberapa waktu yang lalu. Widi bahkan sudah menyandang pangkat Letjen saat berusia 52 tahun.

Abituren Akademi Militer (Akmil) 1993 dari kesatuan Infanteri Kopassus ini merupakan jenderal bintang tiga yang memiliki karier cemerlang di militer. Dia menduduki banyak jabatan strategis selama berkarier di Korps Baret Merah maupun di institusi TNI.

Widi mengawali karier militernya dari Kopassus. Mulai dari Pama Pussenif kemudian, Danunit Grup 2, Danunit Yon 22 Grup 2 Kopassus Dansubtim Yon 22 Grup 2 Kopassus, Dantim Yon 22 Grup 2 Kopassus, Kasilog Grup 1 Kopassus Wadanyon 11 Grup 1 Kopassus.

Selain itu, Widi juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta 2011-2012. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi Wali Kota Solo. Kemudian, Widi juga ditunjuk menjadi Pabandya-1/Pampa Spaban II/Pampers Spamad.

Selanjutnya, pada awal Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Widi diangkat menjadi ajudan Presiden Jokowi. Kariernya di dunia militer semakin cemerlang, Widi kemudian diangkat menjadi Komandan Rindam (Danrindam) III/Siliwangi pada 2016-2017, kemudian diangkat menjadi Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama pada 2017-2018.

Selanjutnya, Widi diangkat menjadi Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma 2018-2020, Kasdam IV/Diponegoro 2020-2022, hingga akhirnya diangkat menjadi Danjen Kopassus pada Januari 2022.

Hanya empat bulan menjabat Danjen Kopassus, Widi kemudian mendapat promosi menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro pada 8 April 2022. Jabatan teritorial itu diembannya lebih satu tahun setengah lamanya.

Kariernya semakin bersinar ketika ditunjuk menjadi Dankodiklatad menggantikan Letjen TNI Arif Rahman yang dimutasi menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) kala itu. Posisi baru tersebut sekaligus menambah bintang di pundak Widi menjadi jenderal bintang tiga (Letjen TNI).

Topik Menarik