Innalillah… Mayat yang Ditemukan Terapung di Makassar Ternyata Seorang Dosen Kelahiran Bantaeng
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR Sempat menggegerkan warga setempat, ternyata mayat laki-laki yang ditemukan di Dermaga Penyeberangan Kayu Bangkoa adalah seorang dosen di salah satu Universitas swasta ternama di Kota Makassar.
Penelusuran fajar.co.id, sosok mayat tersebut bernama Arifuddin Mane, lahir dan besar di Kabupaten Bantaeng.
Pria kelahiran 7 Juli 1970 itu mengajar di Universitas Bosowa (Unibos), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen.
Dalam kariernya sebagai dosen, Arifuddin juga tercatat sebagai dekan fakultas bisnis Unibos periode 2018-2022.
Menurut informasi, almarhum memiliki keahlian dalam bidang Praktek manajamen pemasaran, pengantar bisnis, serta pendidikan pancasila.
Putra daerah Bantaeng itu menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas 45 Makassar jurusan Ekonomi pada 1991 hingga 1996.
Lalu pada 2003 hingga 2006, Arifuddin kembali melanjutkan S2nya di Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan jurusan yang sama.
Tidak berhenti di situ, Arifuddin kembali mengambil program S2 di Unhas dengan jurusan Akuntansi pada 2008 hingga 2011.
Selesai S2, Arifuddin kembali mengambil program S3 di Unhas dengan jurusan Hukum Ekonomi pada 2010 hingga 2015.
Sebelumnya diberitakan, sosok mayat laki-laki di penyebrangan Kayu Bangkoa, Jalan Pasar Ikan, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, kota Makassar menggegerkan warga pada Sabtu (7/10/2023).
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin mengatakan, mayat yang tengah mengapung tersebut ditemukan warga sekitar pukul 14.10 Wita.
Kami menerima telepon dari warga bahwa ada mayat terapung di dekat peyebrangan Kayu Bangkoa, ujar Wahid kepada fajar.co.id, Sabtu petang.
Setelah mendapatkan laporan, kata Wahid, tim Inafis langsung menuju TKP untuk melakukan indentifikasi terhadap mayat tersebut.
Inafis ketika tiba di TKP langsung melakukan identifikasi dan melihat adanya luka lecet di tangan sebelah kanan dan luka di bagian dahi, Wahid menuturkan.
Setelah melakukan olah TKP, dikatakan Wahid, mayat yang diketahui bernama A. Arifuddin Mane (53) itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Diceritakan Wahid, menurut keterangan saksi yang dia dapatkan, menyebut korban pada pukul 07.30 Wita berada di dekat salah satu cafe yang ada di TKP.
Sekitar pukul 07.30 Wita, korban tiba di parkiran Benteng Pannyua samping Cafe Ombak menggunakan Motor Aerox warna putih DD 2110 XY (Plat Putih), ungkapnya.
Selanjutnya, lanjut Wahid, korban langsung melakukan terapi mandi air laut.
Namun sekitar pukul 14.00 wita, korban ditemukan terapung sudah dalam keadaan meninggal dunia, ucapnya.
Diungkapkan Wahid, korban merupakan seorang Dosen di salah satu kampus di kota Makassar.
Hanya saja, Wahid tidak menjelaskan nama kampus tempat korban mengajar.
Pekerjaan korban (seorang) dosen, tandasnya.
Untuk motif peristiwa tersebut, Wahid menegaskan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
Motif kejadian masih dalam penyelidikan, kuncinya. (Muhsin/Fajar)










